Inggris meninggalkan Piala Dunia 2026 dengan penuh gaya. “Tiga Singa” mengaum keras dan melenggang dengan kemenangan 6-4 atas Prancis dalam perebutan tempat ketiga di Miami Stadium, Minggu (19/7) pagi WIB.
Benar. Ada 10 gol tercipta dalam pertandingan “setengah hati” itu—kedua tim sama-sama kecewa karena gagal melaju ke final. Hujan gol semacam itu belum pernah terjadi di ajang yang sama pada era sepak bola modern. Terutama ketika kekuatan kedua tim dinilai seimbang. Sekadar mengingat, rekor jumlah gol terbanyak dalam satu pertandingan Piala Dunia dipegang Austria saat mengalahkan Swiss 7-5 pada perempat final Piala Dunia 1954.
Dapat dibayangkan betapa puasnya para penonton menikmati pertandingan semacam itu.
Prancis memang masih diperkuat oleh Kylian Mbappe dan Michael Olise. Namun, pelatih Didier Deschamps mencadangkan tujuh pemain reguler untuk menjajal komposisi yang berbeda. Inggris asuhan Thomas Tuchel juga melakukan rotasi dengan memasang tujuh pemain lapis kedua, termasuk mencadangkan kapten Harry Kane.
Inggris unggul cepat lewat tendangan Declan Rice di menit ke-3. Disusul gol Ezri Kenza di menit ke-18 dan dua gol Bukayo Saka di ujung babak pertama. Tertinggal empat gol, Prancis menggebrak sejak menit ke-45 babak kedua.
Les Bleus mulai mengejar melalui gol Kylian Mbappe di menit ke-48, Bradley Barcola di menit ke-54, Mbappe kembali mencetak gol di menit ke-66. Inggris menambah keunggulan lewat penalti Saka di menit ke-87, yang menjadi hattrick pertama bagi winger Arsenal itu di ajang Piala Dunia.
Ousmane Dembele mencetak gol di menit ke-90+6, tapi Inggris memastikan kemenangan besar itu dengan tendangan Jude Bellingham dua menit kemudian.
Bagi “Tiga Singa”, ini pencapaian terbaiknya sejak 1966, ketika mereka mengangkat satu-satunya trofi Piala Dunia.
“Ini tim terbaik Inggris setelah sekian lama. Ini fakta. Tidak ada yang akan menyangkalnya,” kata Rice kepada BBC. “Tentu saja kami sangat ingin juara. Namun, menjadi peringkat tiga di turnamen ini sungguh pencapaian luar biasa. Kami sudah begitu dekat untuk juara. Saya kira kita harus maju terus dengan kepala tegak.”
Prancis, di sisi lain, memang terlihat bermain kurang greget. Sungguh berbeda dengan performa eksplosif yang mereka tunjukkan sejak fase grup. Mereka terkesan baru bermain serius di babak kedua, setelah tertinggal empat gol. Meskipun demikian, Mbappe mengguratkan rekor pribadi yang sangat impresif.
Dua gol ke gawang Inggris melambungkannya ke puncak daftar top scorer sementara Piala Dunia 2026 dengan 10 gol. Ia unggul dua gol atas kapten Argentina Lionel Messi—sebelum laga final kontra Spanyol.
Untuk sementara, Mbappe juga memimpin predikat bergengsi sebagai “Penyerang Tersubur Sepanjang Masa di Piala Dunia” dengan koleksi 22 gol dari 22 laga pada edisi 2018, 2022, dan 2026. Messi mencatat rekor 21 gol dari 31 laga Piala Dunia (2006-2026).
Rekor Hujan Gol di Turnamen Piala Dunia
12 Gol: Austria 7-5 Swiss (Piala Dunia 1954)
11 Gol: Brasil 6-5 Polandia (Piala Dunia 1938)
11 Gol: Hongaria 8-3 Jerman Barat (Piala Dunia 1954)
11 Gol: Hongaria 10-1 El Salvador (Piala Dunia 1982)
10 Gol: Prancis 7-3 Paraguay (Piala Dunia 1958)
10 Gol: Inggris 6-4 Prancis (Piala Dunia 2026)