menelusuri-kehidupan-gaucho-lewat-lensa-luis-fabini
Jorge Kemayd, penjinak kuda, menyerahkan kawanan kuda criollo yang telah dijinakkan (Uruguay, Salto, El Paraisal Ranch). | Foto : Luis Fabini via Galeri Nasional Indonesia
Photography
Menelusuri Kehidupan Gaucho Lewat Lensa Luis Fabini
By Devy Lubis
Tue, 23 Jun 2026

Seri Gauchos karya Luis Fabini berangkat dari perjalanan panjang sang fotografer di wilayah utara Uruguay. Di kawasan yang didominasi padang rumput luas dan kehidupan pedesaan tersebut, Fabini membersamai dunia para gaucho, sosok penggembala yang telah lama menjadi bagian penting dari identitas budaya Uruguay.

Perjumpaan itu terjadi secara alami. Mulai dari berbagi mate di dekat api unggun, menunggang kuda bersama, hingga menyusuri jalan-jalan tanah di pedalaman. Dari pengalaman-pengalaman sederhana tersebut, Fabini memahami bahwa kehidupan gaucho tidak dapat dipisahkan dari lanskap yang membentuknya. 

Alam bukan sekadar latar, melainkan bagian dari cara hidup yang mereka jalani setiap hari.


Penjinak kuda Manuel Galíndez melihat kawanan baru yang telah diserahkan kepadanya (2005 — Uruguay, Paysandú, Santa Beatriz Ranch). Dok. Luis Fabini via Galeri Nasional Indonesia


Andante, gaucho pengembara, lelaki tanpa ikatan, mencari tempat berteduh pada tengah hari di bawah naungan pohon algarrobo, pohon lokal (2006 — Uruguay, Artigas). Dok. Luis Fabini via Galeri Nasional Indonesia

Melalui rangkaian foto dalam seri di pameran ‘Panorámica’ di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, 5–28 Juni 2026, Fabini merekam keseharian para gaucho. Saat mereka bekerja, berpindah tempat, merawat kuda-kuda dan hewan ternak lainnya, dan menjalani kehidupan yang dekat dengan alam. 

Ia menaruh perhatian pada detail-detail kecil, mulai dari gestur tubuh, ekspresi wajah, hingga kebiasaan sehari-hari yang mencerminkan ketangguhan, kebebasan, dan kemampuan beradaptasi.

Pendekatan yang digunakan bersifat observasional. Fabini memotret tanpa pengarahan, sering kali dari atas pelana kuda atau saat berjalan kaki mengikuti aktivitas yang berlangsung di sekitarnya. Hasilnya adalah potret-potret yang terasa dekat dan intim, seolah mengajak pengunjung ikut hadir di tengah kehidupan para gaucho.

Tubuh sebagai Jejak Pengalaman

Dalam karya-karyanya, Fabini menampilkan gaucho sebagai sosok yang menyatu dengan lingkungan hidupnya. Tubuh tidak hadir semata sebagai bentuk fisik, melainkan sebagai jejak dari pengalaman hidup yang panjang. 

Guratan wajah, cara berdiri, hingga hubungan yang terjalin antara manusia dan kudanya memperlihatkan identitas yang dibentuk oleh waktu, pekerjaan, dan alam yang mereka huni.

Salah satu tema yang muncul dalam seri ini adalah hubungan antara manusia, kuda, dan ternak. Fabini mendokumentasikan praktik paleteada, teknik menggiring sapi yang dilakukan oleh dua penunggang kuda dengan mengapit ternak di antara mereka untuk mengarahkan pergerakannya.

Dalam foto-foto tersebut, aktivitas agraris sehari-hari tampil sebagai gambaran tentang keterampilan, disiplin, dan hubungan yang terbangun melalui pengalaman panjang. Kuda hadir bukan hanya sebagai alat bantu, tetapi sebagai mitra yang memungkinkan para gaucho melakukan pekerjaannya.

Kebebasan yang Tumbuh dari Kebersamaan

Alih-alih menghadirkan gambaran romantis tentang gaucho sebagai sosok penyendiri yang hidup bebas di alam terbuka, Fabini justru menunjukkan sisi lain kehidupan mereka. Kebebasan dalam karya-karyanya hadir melalui kebersamaan, kerja kolektif, dan hubungan sosial yang terjalin di dalam komunitas.

Berbagai momen keseharian memperlihatkan bagaimana kerja sama dan rasa saling bergantung menjadi bagian penting dari kehidupan para gaucho. Di tengah hamparan padang rumput yang luas, kehidupan bersama menjadi fondasi yang menjaga tradisi tersebut tetap hidup.

Di Antara Perjalanan dan Jeda

Sepanjang seri ini, para gaucho kerap ditampilkan dalam keadaan bergerak—menggiring ternak, menunggang kuda, atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Namun Fabini juga memberi ruang bagi momen-momen yang lebih tenang.

Dalam jeda siang atau penghujung hari, tubuh kembali pada dirinya sendiri, sejenak lepas dari pekerjaan dan peran yang dijalankan. Di tengah bentang alam Uruguay yang luas, momen-momen sederhana tersebut menghadirkan para gaucho sebagai manusia dengan kehidupan sehari-hari, bukan sekadar figur legendaris yang telah lama hidup dalam imajinasi budaya.

Pengalaman visual dalam seri Gauchos semakin diperkuat melalui teknik cetak platinum-palladium yang menghasilkan gradasi lembut, detail yang kaya, dan permukaan matte yang khas. Teknik ini menghadirkan kesan waktu yang melambat, sejalan dengan kehidupan yang direkam Fabini melalui kameranya.

Sebanyak 33 karya yang ditampilkan dalam pameran ini menjadi rekaman tentang cara hidup yang terus bertahan, sekaligus potret hubungan yang erat antara manusia, tradisi, dan alam.

Luis Fabini merupakan fotografer Uruguay yang berbasis di New York. Sejak awal 2000-an, ia mengembangkan sejumlah proyek fotografi, termasuk Gauchos, Cowboys of the Americas, dan Harvests.

Proyek-proyek tersebut berangkat dari ketertarikannya pada hubungan manusia dengan tanah serta tradisi yang membentuk kehidupan mereka. Karyanya telah dipamerkan, dipublikasikan, dan menjadi bagian dari berbagai koleksi internasional.***



Share
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru