mimpi-kane-dan-gairah-messi
Kane + Messi | Ilustrasi : Ai Generated
World Cup FIFA
Mimpi Kane dan Gairah Messi
By Dani Wicaksono
Tue, 14 Jul 2026

Inggris berjumpa Argentina pada laga semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Kamis (16/7) dini hari WIB. Publik sepak bola melihatnya sebagai duel dua raksasa.

Inggris pernah juara Piala Dunia 1966. Tapi kemudian prestasi terbaiknya hanyalah menginjak semifinal pada edisi 1990 dan 2018. Kerinduan membara selama 60 tahun untuk membawa pulang trofi tak kunjung terwujud. Mungkin sekarang. Tinggal dua laga. Mimpi juara terlihat sangat dekat.

“Kami sudah mengetuk pintu semifinal. Kami perlu memberi dorongan lebih besar lagi untuk mencapai final. Kami harus bermain habis-habisan untuk juara,” kata kapten Inggris Harry Kane seperti dilansir The Sun.

Kane menikmati musim terbaiknya bersama Bayern Munich pada 2025/2026. Penyerang berusia 32 tahun ini menorehkan 36 gol Bundesliga dan membawa tim meraih gelar ganda di kompetisi Jerman. Performa gemilang juga ia tunjukkan bersama timnas Inggris. Selama ajang Piala Dunia 2026, Kane telah mengoleksi enam gol.

Di lain pihak, kapten Argentina Lionel Messi mendamba trofi yang sama. Ia menjadi motor Albiceleste saat juara Piala Dunia 2022—gelar ketiga setelah 1978 dan 1986—dan masih menjadi andalan di usia 39 tahun.

Messi pun masih mengemuka sebagai kontributor utama Albiceleste di turnamen kali ini. Jika tidak mencetak gol, ia membuat assist. Itu dilakukan dalam enam pertandingan, termasuk kemenangan sulit 3-1 atas Swiss di perempat final. Delapan gol dan dua assist. Hanya Kylian Mbappe (Prancis) sedikit unggul dengan delapan gol dan tiga assist.

Mantan idola Barcelona yang sekarang bermain untuk Inter Miami di kompetisi MLS Amerika Serikat ini juga masih menjadi penyerang tersubur sepanjang masa di ajang Piala Dunia dengan 21 gol dari 31 pertandingan—kendati Mbappe membuntuti dengan 20 gol dari 20 laga.

Dengan catatan 205 penampilan internasional di laga lawan Swiss, Messi adalah pemain paling berpengalaman di skuad Argentina. Hampir semua tim besar di dunia pernah ia hadapi. Hanya satu yang kurang. Ia belum pernah berjumpa Inggris sejak mendapatkan debut di timnas Argentina pada 2005.

“Duel kontra Inggris tentu saja spesial karena mereka salah satu kekuatan utama dalam sepak bola. Saya pernah menghadapi setiap tim di turnamen besar, kecuali Inggris. Ini membuat saya antusias,” terang Messi dalam konferensi pers jelang laga semifinal.

Antusiasme Messi terkesan biasa, tapi menyiratkan ancaman besar. Perdana jumpa Inggris, perdana pula menjebol gawangnya. Bahaya jika “Tiga Singa” meremehkan. Messi selalu bisa mencetak gol, dan ia tidak suka membuat penonton kecewa.

Share
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru