kata-garis-dan-kitab-yang-tak-pernah-selesai
Pembukaan pameran tunggal ke-18 Goenawan Mohamad bertajuk “Teks, Gambar, Kitab” di Galeri Salihara, Jakarta, 23 Mei 2026 | DOC. KOMUNITAS SALIIHARA
ART & DESIGN
Kata, Garis, dan “Kitab” yang tak Pernah Selesai
By Devy Lubis
Tue, 26 May 2026

Komunitas Salihara Arts Center resmi membuka “Teks, Gambar, Kitab”: Pameran Tunggal ke-18 Goenawan Mohamad pada Sabtu, 23 Mei 2026. Lebih dari dua ratus orang hadir malam itu. Suasana Galeri Salihara hangat, penuh, hidup. Di antara para tamu, tampak Wakil Presiden RI ke-11 Boediono.

Seniman Tisna Sanjaya membuka acara. Kurator Asikin Hasan menyiapkan ruang dan menyusun alur ceritanya.


Yang mengejutkan, bukan karya ikonik “Catatan Pinggir” bervolume-volume yang dipajang. Melainkan drawing, grafis, lukisan, dan teks dalam rupa karya visual. Representasi “sisi lain GM”, demikian ia akrab disapa.

"Dari karya-karya ekspresi personalnya yang sangat personal, metaforik, simfonik — saya lihat dilebarkan menjadi peristiwa kebudayaan,” ungkap Tisna Sanjaya saat membuka pameran. 

Seniman asal Bandung, Jawa Barat, itu menyebut rangkaian karya GM sebagai peristiwa kritis terhadap berbagai hal di sekitar kita. “Persoalan politik, perilaku beragama, persoalan ekonomi, dan lingkungan hidup,” imbuhnya.

GM dikenal luas sebagai penyair, esais, dan intelektual publik. Namun di atas kanvas, ia bekerja dengan cara berbeda. Teks dan gambar hadir berdampingan, tetapi tidak saling menjelaskan. Keduanya berbagi ruang. Masing-masing berdiri di dunianya sendiri.


Kurator Asikin Hasan mencatat bahwa gambar tidak selalu menjadi ilustrasi kata. Pun sebaliknya, kata bukan keterangan bagi gambar. Keduanya hadir merdeka, membuka tafsir yang terbuka dan tidak tunggal.

Satu gagasan paling kuat dalam pameran ini adalah kitab. Dalam karya GM, kitab tidak dipahami sebagai sesuatu yang selesai; yang utuh; yang tertutup. Kitab justru hadir sebagai ruang yang terus terbuka terhadap berbagai kemungkinan bentuk, cerita, dan tafsir.

“Gagasan pembuatan kitab tidak hanya satu. Ada kitab ini, kitab itu, dan apa lagi. Teks dan gambar saling mengambil tempat dan posisi,” ujar Asikin. 


Di dalamnya terdapat cerita sehari-hari, mitos, ingatan, ketidaksadaran, serta imajinasi. Semua bergerak bebas. Sebebas-bebasnya. Kadang tanpa hubungan langsung satu sama lain.

Asikin mempertegas, “Ada yang dibangun, tapi ada pula ruang-ruang yang sengaja dibiarkan terbuka. Kitab GM tidak pernah benar-benar menemukan akhirnya.”

Bagi yang mengenal GM dari tulisan-tulisannya, pameran ini menawarkan sudut pandang baru. Seni rupa bukan pelengkap dunia, katanya. Melainkan medan lain untuk berpikir, merasakan, dan menangkap dunia melalui serpihan teks, garis, warna, dan bentuk.

INFORMASI KUNJUNGAN

Galeri Salihara - Jakarta

  • 24 Mei – 28 Juni 2026 
  • Selasa – Minggu, 11.00 – 19.00 WIB

TIKET :

  1. Selasa – Jumat Rp 25 ribu 
  2. Sabtu – Minggu Rp 35 ribu

Gratis untuk pelajar hingga S1 (dengan membawa kartu tanda pelajar)


Share
Deheng House
Penta
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru