regenerasi-talenta-untuk-masa-depan-fashion-indonesia
Sosok Agatha Lievia yang memperdalam kompetensi rancangan kebaya, draping, dan cheongsam di Billy Tjong Fashion Lab. | Dok. JF3 Fashion Festival/Handout
Fashion
Regenerasi Talenta untuk Masa Depan Fashion Indonesia
By Devy Lubis
Wed, 24 Jun 2026

Dari delapan peserta yang memulai perjalanan di Future Fashion Designer 2026, lima desainer berhasil melangkah hingga tahap final. Setelah melalui lima tantangan dan rangkaian penjurian intensif, Arron Bryan Fernaldy Wongso, desainer muda asal Jayapura, Papua, terpilih sebagai yang terbaik.

Koleksi Arron berangkat dari eksplorasi budaya Papua yang diterjemahkan melalui pendekatan kontemporer. Sepanjang kompetisi, ia dinilai mampu menunjukkan konsistensi dalam menjawab setiap brief, dengan keseimbangan antara kreativitas, kemampuan teknis, kualitas eksekusi, serta kesiapan produksi.

Sebagai pemenang, Arron memperoleh hadiah sebesar Rp50 juta. Bersama para finalis lainnya, ia juga mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karya di runway JF3 Fashion Festival tahun ini, berdampingan dengan desainer Indonesia maupun internasional.


JF3 Fashion Festival akan digelar di Summaceron Mall Kelapa Gading, Jakarta, 23 - 29 Juli 2026 mendatang.

Namun, lebih dari sekadar memilih satu pemenang, Future Fashion Designer 2026 memperlihatkan kekuatan generasi baru fashion Indonesia yang hadir dengan latar belakang, pengalaman, dan perspektif yang beragam.

Arron membawa pengalaman dalam konstruksi busana, pembuatan pola, dan manipulasi kain yang telah mengantarkannya meraih berbagai penghargaan selama masa pendidikan. 

Koleksi debutnya ‘Temptation’ mengangkat stigma ekspresi diri dan catcalling melalui siluet tegas dari smocked organdy, denim patchwork, dan tulle dalam palet midnight blue, abu-abu, dan hitam.

Agatha Lievia dari Lampung hadir dengan pendekatan yang memadukan warisan budaya dan presisi teknis, sekaligus penguasaan teknologi digital seperti CLO3D dan Marvelous Designer. 

Sementara Azzahra Najmanisa, yang juga dari Lampung, mengembangkan praktik desain ready-to-wear yang berakar pada wastra dan sulam tangan Indonesia. Ia mendirikan label sendiri: Nisa Hamzah (2023).


Di sisi lain, ada Nabila Karimah. Ia menghadirkan perspektif yang lahir dari pengalaman sebagai perancang, pengajar, sekaligus profesional merchandising selama lebih dari satu dekade. 

Ada pula sosok Tashannie Abigail Loekman. Ia mewakili generasi desainer yang mengeksplorasi perpaduan antara teknik couture, fabric manipulation, dan teknologi seperti 3D printing dalam proses kreatifnya.

Karya-karya pernah dikenakan Sheryl Sheinafia, Yura Yunita, dan kontestan Indonesian Idol Season XIV. Ia pun aktif dalam penulisan ilmiah tentang inovasi dan keberlanjutan mode.

Kekuatan serupa juga terlihat pada tiga peserta yang menyelesaikan perjalanan hingga Tema 4. Christy Georgina membawa pengalaman panjang dalam produksi dan pengembangan desain. Rafa Callista Chandra hadir dengan pemahaman fashion management serta pengalaman di balik layar berbagai presentasi mode.

Sementara Tazkia Welong dikenal melalui eksplorasi budaya, narasi sosial, dan praktik kerajinan berkelanjutan yang mewarnai karya-karyanya.

Keragaman latar belakang tersebut menunjukkan bahwa regenerasi fashion Indonesia tidak bergerak dalam satu arah. Ada desainer yang berangkat dari tradisi dan wastra, ada yang mengembangkan teknologi digital, ada yang tumbuh dari dunia akademik, produksi, hingga fashion management. 

Seluruhnya menghadirkan perspektif yang berbeda mengenai bagaimana fashion Indonesia dapat berkembang di masa depan.

"Regenerasi talenta merupakan bagian penting dari masa depan industri fashion Indonesia. Melalui Future Fashion Designer, kami ingin menciptakan ruang bagi para desainer muda untuk menguji kemampuan mereka secara nyata, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri menghadapi industri yang terus berkembang," ujar Soegianto Nagaria, Chairman JF3 Fashion Festival.

Keberhasilan Arron Bryan menjadi salah satu bukti bahwa talenta fashion Indonesia tidak kekurangan kreativitas. Yang dibutuhkan adalah akses, pembinaan, serta kesempatan untuk mengasah kemampuan dalam situasi yang nyata. 

Melalui Future Fashion Designer, Advisor JF3 Thresia Maretha berharap semakin banyak desainer muda Indonesia yang tidak hanya memiliki ide yang kuat, tetapi juga kemampuan untuk mewujudkannya menjadi karya yang siap bersaing di industri.

Seluruh perjalanan peserta Future Fashion Designer 2026 dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi JF3.***


Share
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru