Program Future Fashion Designer (FFD) tahun ini menghadirkan lima tema tantangan dengan karakter berbeda. Setiap tema dirancang untuk mensimulasikan situasi yang lazim dihadapi fashion designer. Dari eksplorasi identitas kreatif, kemampuan menerjemahkan inspirasi menjadi desain, hingga menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
Inisiatif ini lebih dari sekadar kompetisi. FFD 2026 menjadi ruang pembelajaran. Menempatkan peserta pada berbagai kondisi yang menuntut kreativitas, ketepatan berpikir, kemampuan beradaptasi, serta kualitas eksekusi.
Penilaian pun tidak hanya berfokus pada hasil akhir. Tetapi juga mencakup proses kerja, pengelolaan sumber daya, kemampuan presentasi, dan konsistensi dalam menjawab setiap brief yang diberikan.

Prototype: Menemukan identitas melalui material sederhana
Tantangan pertama ‘Prototype’. Berlangsung pada 12–14 Mei 2026. Pada tahap ini, peserta diminta menerjemahkan identitas personal mereka menggunakan kain blacu. Batas maksimal 10 meter per orang. Material yang disediakan panitia. Seluruh teknik jahit diperbolehkan kecuali draping.
Melalui keterbatasan material, peserta diuji menunjukkan kreativitas, kecepatan berpikir, dan kemampuan membangun karakter desain dari bahan yang paling sederhana.
Penjurian berlangsung pada 14 Mei 2026 di Susan Budihardjo Fashion Forward Institute, Jakarta. Panel juri Susan Budihardjo, Hian Tjen, Rinaldy A. Yunardi, Didi Budiardjo, dan Yongki Komaladi. Pada 13 Mei, peserta juga mendapat kunjungan miliner terkemuka Rinaldy A. Yunardi.
The Curve: Menerjemahkan ruang menjadi siluet
Berlangsung pada 14–19 Mei 2026 di kawasan Pantai Indah Kapuk 2, ‘The Curve’ mengajak peserta mengeksplorasi hubungan antara arsitektur, interior modern, dan fashion.
Peserta diberi waktu satu jam untuk mencari inspirasi dari lingkungan sekitar. Lalu melanjutkan proses pencarian material selama 3 jam di Pasar Mayestik, Jakarta. Anggaran ditetapkan Rp500 ribu, dengan opsi tambahan dana pribadi maksimal Rp250 ribu.
Tantangan ini menguji kemampuan peserta dalam menerjemahkan bentuk, garis, dan dinamika ruang ke dalam karya fashion yang kuat secara visual.
Pada 15 Mei, peserta memperoleh masukan dari Caren Delano.
Re'Heritage: Membaca ulang warisan budaya
Melalui tema 'Re'Heritage (Reborn Heritage)’ yang berlangsung pada 17–19 Mei 2026, peserta diajak mengangkat warisan budaya Indonesia. Pendekatan yang diambil lebih kontemporer. Memanfaatkan teknik digital print.
Motif yang dihasilkan harus bersifat orisinal dan non-repetitif, berbeda dari pola cetak kain pabrikan. Peserta memiliki kebebasan dalam menentukan penempatan motif, ukuran, maupun warna selama hasil akhirnya tetap menghadirkan interpretasi yang modern dan kreatif.
Penjurian dilakukan Thresia Mareta, Susan Budihardjo, Hian Tjen, Rinaldy A. Yunardi, dan Sarie Febriane. Pada 18 Mei, peserta mendapat kunjungan Yongki Komaladi.
Penjurian untuk ‘The Curve’ dan ‘Re’Heritage' dilaksanakan bersamaan pada 19 Mei 2026.
Multifunction: Menjawab kebutuhan fashion masa kini
Tema keempat ‘Multifunction’ berlangsung pada 20–22 Mei 2026. Berfokus pada desain yang dapat digunakan dalam lebih dari satu fungsi atau situasi.
Peserta mengembangkan konsep pakaian transformable, busana yang dapat digunakan dalam konteks kasual maupun formal, atau desain dengan fungsi tambahan yang mendukung prinsip sustainable fashion.
Untuk mendukung proses kreatif, peserta kembali memperoleh kesempatan berbelanja material selama 3 jam di Pasar Tanah Abang. Anggaran Rp500 ribu dan opsi tambahan dana pribadi maksimal Rp250 ribu.
Pada tahap ini, Christy Georgina, Rafa Callista Chandra, dan Tazkia Welong harus mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi. Penjurian berlangsung pada 22 Mei 2026 di Susan Budihardjo Fashion Forward Institute dengan juri Thresia Mareta, Susan Budihardjo, Rinaldy A. Yunardi, Caren Delano, dan Sofie.
Richard Hartono hadir sebagai visitor pada 21 Mei.
Opposite: Menutup perjalanan dengan Final Project
Puncak kompetisi berlangsung melalui tema ‘Opposite’ sebagai final project pada 23–26 Mei 2026.
Setiap finalis memperoleh satu aksesori sebagai sumber inspirasi, kemudian diminta menciptakan karya fashion yang menghadirkan karakter berlawanan, baik dari segi bentuk, tekstur, siluet, maupun makna, namun tetap memiliki benang merah dengan inspirasi awalnya. Koleksi dapat dikembangkan dalam kategori RTWC, RTW Deluxe, atau Avantgarde, dengan statement yang kuat dan relevan terhadap tren 2026/2027.
Sebelum memasuki tahap eksekusi, seluruh finalis berkesempatan mengunjungi studio Rinaldy A. Yunardi. Pada 25 Mei, mereka juga memperoleh masukan langsung dari Hian Tjen. “Saya bahkan tidak pernah berpikir bahwa karya saya ada ‘opposite’-nya,” kata Rinaldy yang akrab disapa Yungyung.
Penjurian final dirangkai dengan trunk show dan pengumuman pemenang pada 26 Mei 2026 di Susan Budihardjo Fashion Forward Institute. Panel juri terdiri atas Thresia Mareta, Susan Budihardjo, Rinaldy A. Yunardi, Didi Budiardjo, Yongki Komaladi, Ary Juwono, Richard Hartono, Caren Delano, Sofie, Hian Tjen, dan Djafar.***