future-fashion-designer-2026-jf3-siapkan-desainer-muda-hadapi-industri
Tashannie Abigail Loekman di sela-sela program intensif Future Fashion Designer pada 22 Mei 2026. | Dok JF3
Fashion
Future Fashion Designer 2026: JF3 Siapkan Desainer Muda Hadapi Industri
By Devy Lubis
Tue, 23 Jun 2026

Di industri fashion, ide yang menarik hanyalah titik awal. Tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana ide tersebut diterjemahkan menjadi karya yang dapat diproduksi, dipresentasikan, dan menjawab kebutuhan pasar. 

Karena itu kemampuan teknis, pemahaman proses kreatif, hingga kualitas eksekusi menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan oleh industri saat ini.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Future Fashion Designer (FFD) dapat dikatakan menjadi langkah pertama. Mengembangkan talenta muda melalui pengalaman yang menyerupai situasi industri fashion sesungguhnya.

Tidak hanya menguji kreativitas, inisiatif ini juga menempatkan peserta dalam berbagai tantangan yang mendorong mereka berpikir dan bekerja layaknya profesional. Memiliki daya tahan tinggi dan ketepatan dalam pengambilan keputusan.


“FFD bukan sekadar kompetisi desain,” ujar Thresia Mareta, Advisor JF3. “Program ini kami rancang untuk menguji bagaimana sebuah ide dapat diwujudkan menjadi karya yang nyata.”

Thresia menegaskan, untuk memajukan industri fashion Indonesia, pegiat fashion membutuhkan desainer yang tidak hanya mampu menciptakan konsep, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengeksekusinya dengan baik. 

Sebagai bagian dari komitmen JF3 dalam membangun ekosistem fashion Indonesia, FFD menjadi ruang pembelajaran. Mempertemukan proses pendidikan dengan realitas industri. 

Para desainer muda didorong untuk memahami bahwa keberhasilan sebuah karya tidak hanya ditentukan oleh kekuatan konsep, tetapi kualitas eksekusi dan kemampuan mewujudkan ide menjadi produk yang siap hadir di hadapan publik.

Sejalan dengan tema JF3 2026 ‘Recrafted: Shaping the Future’, Future Fashion Designer menjadi salah satu langkah nyata JF3 mempersiapkan generasi penerus fashion Indonesia. Tidak hanya sebagai kreator, tetapi juga sebagai profesional yang memiliki kesiapan untuk berkembang dan beradaptasi di tengah industri yang terus bergerak dinamis.

“Kemampuan tersebut hanya dapat dibangun melalui pengalaman, tantangan, dan proses yang nyata,” kata Thresia.

Mengubah ide menjadi karya nyata

Bekerja sama dengan Susan Budihardjo Fashion Forward Institute, Future Fashion Designer ditujukan bagi lulusan sekolah fashion dari berbagai daerah di Indonesia. Dari puluhan peserta dalam proses seleksi, delapan peserta terbaik terpilih mengikuti program intensif selama 14 hari, 12–26 Mei 2026.

Dalam waktu yang relatif singkat tersebut, para peserta ditantang menyelesaikan lima koleksi berdasarkan lima brief yang berbeda. 

Mereka harus melalui seluruh proses yang lazim dihadapi seorang fashion designer. Mulai dari riset konsep, pemilihan material, penyusunan anggaran, pembuatan pola, proses produksi, styling, hingga presentasi di hadapan panel juri.

Pendiri Susan Budihardjo Fashion Forward Institute, Susan Budihardjo, mengatakan setiap tahapan dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang sedekat mungkin dengan ritme kerja industri. 

Para peserta, kata dia, tidak hanya dituntut menghasilkan desain yang menarik. Mereka juga harus mampu mengelola waktu, sumber daya, dan berbagai keputusan kreatif yang akan memengaruhi hasil akhir koleksi masing-masing.

“Selama belajar, mereka harus memutuskan sendiri, mendesain sendiri, mengeksekusi sendiri. Bila ada kesulitan, mereka harus mencari jalan keluar sendiri. Jadi, ada drama juga …,” ungkap Susan. 


Peran pelaku industri lintasdisiplin

Pengalaman industri yang dihadirkan di FFD juga tercermin dalam keterlibatan para profesional. Mereka memberikan penilaian sekaligus masukan selama program berlangsung. 

Sepanjang proses, peserta memperoleh evaluasi langsung dari 12 profesional yang mewakili berbagai bidang dalam industri fashion, mulai dari desainer, pemilik brand, pendidik, jurnalis, stylist, show director, hingga praktisi branding.

Panel juri terdiri dari Thresia Mareta, Susan Budihardjo, Rinaldy A. Yunardi, Hian Tjen, Caren Delano, Sofie, Yongki Komaladi, Sarie Febriane, Didi Budiardjo, Richard Hartono, Ary Juwono dan Djafar. Kehadiran para pelaku industri ini memberikan perspektif yang lebih luas mengenai standar dan kebutuhan dunia fashion profesional saat ini.

“Karena dalam kehidupan nyata nanti, kalian berkarya … karya kalian itu maunya dipakai sama sejuta umat kan? Jadi, komentar dari orang pun berbeda-beda,” kata Susan, mengingatkan. 

Ia menambahkan, “Bukan orang fashion aja yang pakai baju kamu atau mereka yang profesinya masih di industri fashion. Itu tidak. Mereka akan datang dari berbagai kalangan.”  

Dari delapan peserta yang mengikuti program sejak awal, lima desainer berhasil mencapai tahap final dan mempresentasikan koleksi akhir mereka melalui trunk show di hadapan panel juri. Kelima finalis tersebut adalah Arron Bryan, Agatha Lievia, Azzahra Najmanisa, Nabila Karimah, dan Tashannie Abigail Loekman.

Setelah melalui lima tantangan dan proses penjurian, Arron Bryan, desainer muda asal Jayapura, Papua, berhasil meraih gelar Future Fashion Designer 2026. Pencapaian tersebut sekaligus menjadi penutup dari sebuah proses yang dirancang untuk menguji lebih dari sekadar kreativitas.

Melalui Future Fashion Designer, JF3 kembali menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan generasi baru pelaku industri fashion Indonesia yang tidak hanya mampu melahirkan ide-ide segar, tetapi juga mewujudkannya menjadi karya yang relevan dan siap bersaing di industri.



Share
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru