Berbeda dengan Luis Fabini yang merekam lanskap Uruguay melalui fotografi, Manuel Rodríguez menghadirkan panorama melalui sapuan cat air yang lembut dan nyaris samar. Dalam karya-karyanya, tumbuhan, garis cakrawala, dan ruang-ruang terbuka tidak tampil sebagai bentuk yang tegas.
Sebaliknya, semuanya hadir sebagai kesan yang perlahan muncul dan menghilang, seperti ingatan yang bergerak di antara yang terlihat dan yang tak sepenuhnya dapat ditangkap.
Melalui pendekatan tersebut, Rodríguez membangun kedekatan dengan alam bukan lewat ketepatan bentuk, melainkan pengalaman visual yang mengundang perasaan, ingatan, dan imajinasi. Lanskap menjadi ruang yang tenang dan reflektif. Menghadirkan pengalaman melihat yang hening, kontemplatif, dan terkadang tak sepenuhnya terduga.

Perubahan penting dalam praktik artistiknya terjadi saat pandemi COVID-19. Dalam sebuah perjalanan dari Brisbane menuju Alice Springs di Australia, Rodríguez memandangi bentang gurun dari jendela pesawat. Dari ketinggian, ia melihat pola-pola sedimen yang dibentuk oleh aliran air serta jejak sungai yang sesekali muncul di tengah hamparan lanskap yang luas.
TERKAIT : Menelusuri Kehidupan Gaucho Lewat Lensa Luis Fabini
Pengalaman visual tersebut menjadi titik balik dalam cara pandangnya terhadap lanskap. Tekstur permukaan bumi yang dibentuk oleh air, serta hubungan antara aliran dan pengendapan, perlahan menggantikan komposisi-komposisi presisi yang sebelumnya banyak ia bangun melalui kamera.
Sejak saat itu, unsur-unsur tersebut menjadi pijakan baru dalam proses kreatifnya.
Infinite Dawn: lanskap yang bergerak
Gagasan tersebut hadir dalam seri Infinite Dawn yang menjadi bagian dari ‘Panoramica’, pameran di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, 5–28 Juni 2026. Karya-karyanya menampilkan panorama sebagai lanskap yang terus berubah.
Rodríguez banyak mengeksplorasi suasana fajar berkabut, ketika batas antara langit, daratan, dan air seolah melebur satu sama lain.
Di atas kertas katun basah, ia membiarkan warna bergerak, menyebar, dan mengendap mengikuti sifat alami air. Dalam proses ini, air tidak hanya berfungsi sebagai medium, tetapi juga menjadi elemen aktif yang ikut menentukan bentuk akhir karya. Hasilnya adalah panorama yang atmosferik, terbuka, dan tidak sepenuhnya pasti.
Alih-alih menawarkan pemandangan yang detail dan definitif, karya-karya dalam Infinite Dawn memberi ruang bagi setiap pengunjung untuk membangun hubungan personal dengan lanskap yang mereka lihat. Warna, cahaya, dan ruang bekerja sebagai pemicu yang menghadirkan berbagai kemungkinan tafsir
Judul-judul karya dalam seri ini merujuk pada tempat dan waktu pengerjaannya. Antara lain ‘Bilbao 29 de marzo 2023 15:30–18:00h’ (2023), ‘Bilbao Jueves 4 de mayo 19:00–20:45h’ (2023), dan’ Montevideo 1/4/2026 16:00–17:40h’ (2026). Penamaan tersebut menjadi penanda momen, sekaligus menunjukkan keterkaitan erat antara karya dengan pengalaman ruang dan waktu yang melahirkannya.
Di antara sepilihan karya, tercatat seri ‘untitled’ yang lahir antara 2023 hingga 2026.

‘untitled’ (2023). Dok. Manuel Rodríguez via Galeri Nasional Indonesia
Jejak perjalanan seorang seniman
Juan Manuel Rodríguez yang lahir pada 1980 di San José de Mayo, Uruguay, menempuh pendidikan seni rupa di Uruguay dan Bilbao, Spanyol. Ia meraih gelar Magister Seni Lukis dari Universitas Negeri Basque di Bilbao.
Praktik artistiknya berkembang melalui keterlibatan aktif dalam berbagai pameran tunggal maupun kelompok di sejumlah institusi dan galeri internasional. Termasuk Xippas Gallery, Palais de Tokyo di Paris, serta Montevideo Biennale. Ia juga terlibat dalam berbagai proyek seni lintas negara yang memperluas dialog antara praktik personal dan konteks global.
Konsistensinya dalam mengeksplorasi medium dan pendekatan visual membawanya meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Prix Paul Cézanne dan National Visual Arts Prize Uruguay. Perjalanannya sebagai seniman turut diperkaya melalui program residensi seni di Prancis, Filipina, dan Uruguay.
Melalui pengalaman yang melintasi berbagai konteks budaya dan geografis tersebut, Rodríguez membangun praktik artistik yang berakar pada pengalaman personal, sekaligus tetap terhubung dengan perkembangan seni kontemporer yang lebih luas.***