Keberhasilan Timnas Norwegia menaklukkan Brasil 2-1 di Stadion MetLife New Jersey, semakin menguatkan opini bahwa kekuatan tim unggulan bisa jungkir balik di lapangan hijau. Terbukti, Tim Samba Brasil yang digadang-gadang sebagai favorit juara, harus mengakui kemenangan Erling Haaland cs.
Debut skuad Stale Solbakken ini menarik perhatian sejak kampanye kualifikasi Zona Eropa, berhasil memperlihatkan performa terbaiknya setelah absen 28 tahun di panggung global. Melenggang ke pentas Piala Dunia, Timnas yang berjuluk The Lovene (Singa-Singa) atau The Vikings ini meraung sejak babak penyisihan.
***
Pesona The Lovene dengan formasi yang fleksibel, bakal ditantang oleh Timnas The Three Lions Inggris di babak berikutnya. Timnas Inggris memang unggul secara head-to-head, dalam peringkat FIFA (Federation Internationale de Football Association) pun Inggris berada di peringkat lima besar sedangkan Norwegia bercokol di peringkat bawah. Keduanya berjuluk tim singa, tentu pertandingan akan berlangsung ketat dengan raungan yang menggetarkan Miami Stadium di Miami Garden, Florida.
Di atas kertas, tim asuhan Thomas Tuchel memang lebih diunggulkan. Namun kepiawaian Stale Solbakken dalam menerapkan strategi bertahan dan taktik serangan juga bukan kaleng-kaleng. Pesona The Lovene dengan formasi yang bisa berubah secara cepat, didukung dengan kepercayaan diri yang tinggi tentu patut diwaspadai. Melawan Inggris, Timnas Norwegia diprediksi akan bermain lebih pragmatis dengan pertahanan rapat sebelum melancarkan serangan balik. Sedangkan Timnas Inggris tetap mengandalkan penguasaan bola yang terstruktur, transisi cepat dan kedisplinan taktik. Gaya kick and rush sudah berubah, Timnas Inggris kini memanfaatkan kecepatan para penyerang sayap untuk serangan balik sebelum pertahanan lawan kembali tersusun rapi.
***
Pertarungan dua tim singa, The Lovene dan The Three Lions merupakan salah satu duel paling menarik di babak perempat final. Inggris diunggulkan karena kematangan pemain yang merata, diperkirakan mampu mengontrol jalannya pertandingan. Skuad The Three Lions juga dikenal memiliki keunggulan dan efektivitas taktis, memanfaatkan skema bola mati yang dapat memecah kebuntuan. Namun, pesona The Lovene dalam beberapa penampilan terakhir sangat memukau. Operan bola pendek dari kaki ke kaki di ruang sempit, sekejap melambungkan bola jauh ke depan terlihat ampuh merusak formasi lawan.
Pengalaman, kematangan dan kekuatan pemain The Three Lions memang sudah teruji. Sisi inilah yang dapat memicu semangat The Lovene untuk tampil lebih rileks, memainkan strategi dan taktik yang lebih rapat, sesekali meraung dengan serangan balik yang mematikan dengan mengandalkan kelincahan pemain tengah dan ketajaman pemain depan untuk membobol pertahanan lawan. Begitulah dinamika sepak bola, menang kalah sesuatu yang lumrah. Satu hal yang pasti, The Lovene telah menampilkan pesona permainan yang memukau dengan raungan yang menggelagar menghentakkan jagat raya.(*)
*Penulis, pencinta sepak bola.