dayung-terus-haaland
Selebrasi “Viking Row” dipimpin oleh penyerang Erling Haaland usai Norwegia melumat Brasil 2-1 di babak 16 besar. | Dok IG @herrelandslaget
World Cup FIFA
Dayung Terus, Haaland!
By Dani Wicaksono
Mon, 06 Jul 2026

Norwegia hanya butuh seorang pemain untuk menaklukkan dunia. Erling Haaland. Penyerang muda berambut emas ini sangat kuat. Sangat cepat. Mematikan. Semangatnya membara. Tak gentar siapa pun lawannya.

Ia menerjang tanpa ampun. Indah, sekaligus brutal. Senyumnya merekah setiap kali mencetak gol. Kegembiraan murni dalam sepak bola.

Dan itu menular. Rekan-rekannya merasakan betul pancaran aura positif dari Haaland. Setiap kali ia tampil, Norwegia seolah berubah. Seperti ulat yang menjadi kupu-kupu. The Viking menjadi tim yang benar-benar berbeda.

Itu terbukti ketika Norwegia melumat Brasil di babak 16 besar dengan skor 2-1 di MetLife Stadium, New Jersey, Senin (6/7) dini hari WIB. Haaland memborong dua gol itu di menit ke-79 dan 90. Sedang gol penghiburan “Tim Samba” dibuat Neymar melalui titik putih di menit ke-90+10.

Raksasa Brasil sebenarnya memiliki peluang unggul ketika mendapat hadiah penalti di menit ke-14. Namun, eksekutor Bruno Guimaraes gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya diblok oleh kiper Orjan Haskjold Nyland.

Bagi Norwegia, kemenangan ini luar biasa. The Viking berhasil melaju ke perempat final untuk kali pertama sepanjang sejarah. Untuk diketahui, capaian terbaik sebelum ini hanyalah di babak 16 besar Piala Dunia 1938 dan 1998.

Bagi Haaland, keberhasilan ini barangkali bagian dari rutinitas. “Jika saya mendapat satu atau dua peluang, biasanya terjadi gol. Ini semua tentang fokus. Ketika peluang muncul, saya langsung tahu apa yang harus dilakukan,” katanya seusai laga lawan Brasil.

Penyerang Manchester City berusia 25 tahun itu kini bersaing ketat dengan Kylian Mbappe (Prancis) dan Lionel Messi (Argentina) untuk perebutan “Sepatu Emas” di ajang Piala Dunia 2026. Masing-masing mengemas tujuh gol. Sementara.

Haaland sepertinya tidak terlalu memikirkan hal itu. Ia tetap rendah hati. Semua gol, termasuk dua gol ke gawang Brasil, bukanlah miliknya sendiri.

“Mencetak dua gol ke gawang Brasil tentu saja patut dirayakan. Dikenang selamanya. Namun, semua itu bukan milik saya sendiri,” kata Haaland yang mendapat julukan The Smiling Assasin, karena selalu tersenyum usai mencetak gol.

“Semua gol itu dimiliki setiap rekan setim yang telah mengorbankan segalanya, setiap pelatih yang percaya pada kami, setiap suporter yang tetap membela kami melalui tahun-tahun yang sulit, dan setiap bocah di Norwegia yang sekarang percaya bahwa tidak ada yang mustahil di dunia ini.”

Kemenangan atas Brasil, menurut Haaland, adalah hadiah untuk Norwegia. “Kami tak hanya mengalahkan Brasil. Kami memberi bangsa kami sebuah kenangan yang akan hidup selama beberapa generasi ke depan.”

Usai laga melawan Brasil, timnas Norwegia memeragakan selebrasi yang viral di internet dengan sebutan “Viking Row”. Mengayuh perahu ala Viking.

Haaland memimpin. Ia berdiri menabuh drum. Senyumnya terkembang. Semua pemain duduk berdampingan di atas rumput. Posisi mendayung. Tabuhan drum diikuti teriakan serempak para pemain dan suporter dalam bahasa Norwegia, “Ro!”

Bum, bum, ro! Bum, bum, ro! Bum, bum, ro!

Ritme tabuhan pelan berangsur cepat. Semakin cepat, semakin intens. Itulah Norwegia di turnamen ini. Penuh semangat, penuh gairah. Dan hebat.

The Viking akan menantang Inggris pada babak perempat final, yang dihelat di Miami Stadium, Minggu (12/7) pagi WIB.

“Tiga Singa” memupus asa tuan rumah Meksiko dengan kemenangan 3-2 di laga 16 besar lainnya, kendati bermain dengan 10 orang setelah kartu merah Jarell Quansah di menit ke-54.

Apakah Haaland cs akan terus mendayung perahu Vikingnya dalam lautan bergelombang di Piala Dunia 2026? Kita lihat saja nanti.

Share
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru