Maroko melaju sebagai perempat finalis pertama Piala Dunia 2026 usai menggulung tuan rumah Kanada 3-0 di Houston Stadium, Minggu (5/7) dini hari WIB. Azzedine Ounahi menyumbang dua gol di menit ke-50 dan 82, lalu gol terakhir dibuat oleh Soufiane Rahimi di menit ke-90+8.
“Singa Atlas” akan berhadapan dengan favorit juara Prancis, Jumat (10/7), pukul 03.00 WIB.
Les Bleus, di sisi lain, dipaksa berjuang keras pada laga 16 besar melawan Paraguay. Penalti Kylian Mbappe di menit ke-70 menjadi penentunya. Bagi Mbappe, tambahan satu gol itu mengantarkannya kembali ke puncak daftar top scorer sementara Piala Dunia 2026 dengan tujuh gol.
Megabintang Argentina Lionel Messi juga mengoleksi tujuh gol sejauh ini, tapi Mbappe sedikit unggul dengan sumbangan dua assist untuk tim.
Kini, striker Real Madrid berusia 27 tahun itu sudah mengoleksi 19 gol dari 19 pertandingan Piala Dunia. Ia terpaut satu gol dari Messi yang menjadi penyerang tersubur sepanjang masa di ajang ini dengan 20 gol—sementara.
Prancis berada di bracket berbeda dengan Argentina dalam jalur menuju final Piala Dunia 2026. Persaingan ketat untuk memperebutkan “Sepatu Emas” dan rekor bersejarah itu belum selesai.
Bahkan, terbuka kemungkinan keduanya bertemu di partai puncak seperti terjadi di edisi 2022 di Qatar. Mbappe, yang menjadi top scorer turnamen dengan delapan gol, merasa sangat terpukul ketika Prancis kalah adu penalti melawan Messi cs. Saat itu, Mbappe mencetak hattrick di laga puncak, yang berakhir 3-3 hingga perpanjangan waktu.
Namun, sebelum itu terjadi, Les Bleus asuhan Didier Deschamps harus mampu melewati Maroko terlebih dahulu di perempat final.
Maroko berangkat ke turnamen ini dengan predikat juara Piala Afrika 2025. Nomor satu di Afrika. Mereka juga sedang berusaha mengulang prestasi terbaiknya saat mencapai babak semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar. Ketika itu, laju mereka dihentikan Prancis dengan skor 2-0.
Ada aroma dendam di perjumpaan kali ini. Namun, agaknya Maroko jauh lebih siap. Tim asuhan Mohamed Ouahbi ini telah mendaki tebing terjal hingga sampai di perempat final. Mereka sanggup mengimbangi raksasa Brasil 1-1 dan menjadi runner up Grup C dengan nilai sama-sama tujuh.
Di babak 32 besar, “Singa Atlas” menghentikan tim raksasa lainnya, Belanda, melalui adu penalti setelah imbang 1-1. Kemenangan meyakinkan 3-0 di laga 16 besar kontra tuan rumah Kanada membuktikan bahwa Maroko memang sangat kuat di setiap lini.
Materi pemain kelas dunia memang bisa jadi faktor pembeda. Sekadar mengingatkan, skuad Maroko kali ini dipenuhi para pemain yang berpengalaman tampil di iklim kompetisi tertinggi. Ada kapten Achraf Hakimi (PSG), Noussair Mazraoui (Manchester United), Brahim Diaz (Real Madrid), Neil El Aynaoui (AS Roma), dan Ismael Saibari (Bayern Munich).
Maroko jelas bukan tim sembarangan. “Singa Atlas” siap mencabik-cabik siapa pun lawannya.
Maroko melaju sebagai perempat finalis pertama Piala Dunia 2026 usai menggulung tuan rumah Kanada 3-0 di Houston Stadium, Minggu (5/7) dini hari WIB. Azzedine Ounahi menyumbang dua gol di menit ke-50 dan 82, lalu gol terakhir dibuat oleh Soufiane Rahimi di menit ke-90+8.
“Singa Atlas” akan berhadapan dengan favorit juara Prancis, Jumat (10/7), pukul 03.00 WIB.
Les Bleus, di sisi lain, dipaksa berjuang keras pada laga 16 besar melawan Paraguay. Penalti Kylian Mbappe di menit ke-70 menjadi penentunya. Bagi Mbappe, tambahan satu gol itu mengantarkannya kembali ke puncak daftar top scorer sementara Piala Dunia 2026 dengan tujuh gol.
Megabintang Argentina Lionel Messi juga mengoleksi tujuh gol sejauh ini, tapi Mbappe sedikit unggul dengan sumbangan dua assist untuk tim.
Kini, striker Real Madrid berusia 27 tahun itu sudah mengoleksi 19 gol dari 19 pertandingan Piala Dunia. Ia terpaut satu gol dari Messi yang menjadi penyerang tersubur sepanjang masa di ajang ini dengan 20 gol—sementara.
Prancis berada di bracket berbeda dengan Argentina dalam jalur menuju final Piala Dunia 2026. Persaingan ketat untuk memperebutkan “Sepatu Emas” dan rekor bersejarah itu belum selesai.
Bahkan, terbuka kemungkinan keduanya bertemu di partai puncak seperti terjadi di edisi 2022 di Qatar. Mbappe, yang menjadi top scorer turnamen dengan delapan gol, merasa sangat terpukul ketika Prancis kalah adu penalti melawan Messi cs. Saat itu, Mbappe mencetak hattrick di laga puncak, yang berakhir 3-3 hingga perpanjangan waktu.
Namun, sebelum itu terjadi, Les Bleus asuhan Didier Deschamps harus mampu melewati Maroko terlebih dahulu di perempat final.
Maroko berangkat ke turnamen ini dengan predikat juara Piala Afrika 2025. Nomor satu di Afrika. Mereka juga sedang berusaha mengulang prestasi terbaiknya saat mencapai babak semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar. Ketika itu, laju mereka dihentikan Prancis dengan skor 2-0.
Ada aroma dendam di perjumpaan kali ini. Namun, agaknya Maroko jauh lebih siap. Tim asuhan Mohamed Ouahbi ini telah mendaki tebing terjal hingga sampai di perempat final. Mereka sanggup mengimbangi raksasa Brasil 1-1 dan menjadi runner up Grup C dengan nilai sama-sama tujuh.
Di babak 32 besar, “Singa Atlas” menghentikan tim raksasa lainnya, Belanda, melalui adu penalti setelah imbang 1-1. Kemenangan meyakinkan 3-0 di laga 16 besar kontra tuan rumah Kanada membuktikan bahwa Maroko memang sangat kuat di setiap lini.
Materi pemain kelas dunia memang bisa jadi faktor pembeda. Sekadar mengingatkan, skuad Maroko kali ini dipenuhi para pemain yang berpengalaman tampil di iklim kompetisi tertinggi. Ada kapten Achraf Hakimi (PSG), Noussair Mazraoui (Manchester United), Brahim Diaz (Real Madrid), Neil El Aynaoui (AS Roma), dan Ismael Saibari (Bayern Munich).
Maroko jelas bukan tim sembarangan. “Singa Atlas” siap mencabik-cabik siapa pun lawannya.