Perhelatan Jakarta Fusion Jazz Festival (JFJF) 2026 di Deheng House Kemang Jakarta Selatan terasa spesial. Selain menjadi penawar dahaga bagi pecinta musik jazz sekaligus persiapan menuju ajang yang lebih besar dalam rangka peringatan 5 Abad usia kota Jakarta.
Selama dua hari, 19-20 Juni, para jazzlover dimanjakan dengan suguhan atraktif, memukau dan apik dari sejumlah grup band legenda yang tampil ekspresif dalam ajang tersebut. Diantaranya Krakatau dengan personil Indra Lesmana, Dwiki Dharmawan dkk, dan Karimata yangdigawangi Chandra Darusman dkk.

Atmosfer DeConcert Room di lantai 4 Deheng House terasa memanas sejak hari pertama, Jumat, 19 Juni 2026. Panggung utama dibuka Emerald BEX. Grup ini merupakan peleburan magis dari dua kekuatan besar era 80-an, yaitu Emerald yang menjuarai Light Music Contest (LMC) 1986, dan Band Explosion (BEX) yang berjaya pada tahun 1988.

Performance mereka dengan formasi Iwang Noorsaid (keyboard), Morgan Sigarlaki (gitar), Roedyanto Wasito (bass), dan Yandi Andaputra (drum). Band ini melambungkan nama mendiang Ricky Johanes, yang kini menggandeng Dudy Oris sebagai gantinya di posisi vokal.
Malam pertama juga kian semarak oleh aksi memikat Audiensi Band dengan menghidupkan kembali katalog lagu legendaris dari Bhaskara, Spirit Band, hingga Funk Section.
Sebagai penampil pamungkas, hadir Krakatau Band yang mengguncang panggung konser malam itu. Dengan formasi lengkap Dwiki Dharmawan, Indra Lesmana, Gilang Ramadhan, Trie Utami, serta disokong oleh musisi generasi berikutnya, Barry Likumahuwa dan Andre Dinuth.

Performance mereka kali ini terasa autentik, dengan memainkan sekitar 95 persen aransemen yang mendekati versi aslinya. “Ini bentuk penghormatan kepada para penikmat musik yang selama ini mengikuti perjalanan Krakatau,” kata Dwiki, suami penyanyi Ita Purnamasari.
Di hari kedua, giliran kiblat fusion internasional yang menyita perhatian. Audiensi Band naik panggung dengan membawakan nomor-nomor instrumental milik Casiopea, raksasa jazz fusion asal Jepang yang menjadi salah satu anutan terbesar musisi Indonesia di era 80-an. Tak ketinggalan, grup T-42 menghentak lewat lagu-lagu milik Level 42, band jazz-funk legendaris asal Inggris.

Puncak dari rangkaian JFJF 2026 ini ditandai penampilan Karimata. Grup band ikonik ini digawangi Candra Darusman, Aminoto Kosin, Budhy Haryono, Dony Koeswinarno, Indro Hardjodikoro, dan Kharis.
Sebelum aksi musisi mengguncang di panggung utama, sebenarnya sore harinya kemeriahan JFJF sudah terasa di area Ko Fi n Ti yang terletak di lantai dua. Dengan kapasitas 150 orang, ruang ini menyajikan jam session, serta penampilan dari para musisi. Ada Ricky Poetiray & Friends serta Cendy Luntungan & Friends.
Ajang JFJF 2026 ini terlaksana berkat sinergi apik antara Dehills Production, DSS, dan PAPPRI. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian perayaan World Music Day tanggal 21 Juni.
Perhelatan JFJF volume pertama ini juga menjadi ajang pemanasan menuju ajang JAKFUSE (Jakarta Annual Fusion Festival) dalam rangka 5 Abad kota Jakarta pada 2027 mendatang.
Penggagas acara sekaligus perwakilan DSS, Donny Hardono mengatakan inisiatif ini berakar dari sebuah keresahan dan harapan besar terhadap ekosistem musik tanah air.
“Musik fusion sebenarnya memiliki penggemar yang sangat loyal. Kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan kembali musisi, komunitas, dan generasi baru agar bisa mengenal kekayaan musik fusion Indonesia,” ujarnya.***