dari-kompetisi-hingga-panggung-paris-jf3-rajut-ekosistem-fashion-indonesia-lewat-beragam-program
Model menampilkan rancangan desainer dari Susan Budihardjo Fashion Forward Institute dalam JF3 Fashion Festival 2025. | Dok JF3
Fashion
Dari Kompetisi hingga Panggung Paris, JF3 Rajut Ekosistem Fashion Indonesia Lewat Beragam Program
By Devy Lubis
Sun, 24 May 2026

F3 Fashion Festival memang lebih dari sekadar panggung peragaan busana. Di sini, semua pihak punya andil dan menjadi bagian dari cerita yang sama. Merayakan kreativitas, mendorong pertumbuhan, dan bersama-sama menenun lanskap fashion Indonesia yang lebih kuat.

Itulah mengapa JF3 hadir bukan hanya dengan satu program. Serangkaian inisiatif strategis disiapkan untuk memperkuat ekosistem industri secara menyeluruh. Dari hulu ke hilir.

Fashion Village & CODE.STRT, misalnya, hadir sebagai ruang uji pasar yang sesungguhnya. Brand berhadapan langsung dengan perilaku konsumen nyata. Bukan sekadar asumsi di atas kertas atau proyeksi di balik layar.

Tak berhenti di dalam negeri, International Collaboration tahun ini membawa desainer Korea Selatan ke Jakarta. Dan sebaliknya, membuka pintu bagi JF3 untuk tampil di Korea. Sebuah pertukaran dua arah yang pelan-pelan diharapkan dapat membangun pengakuan dari luar. Bukan klaim sendiri.

Sementara itu, Future Fashion Designer yang sebelumnya dikenal sebagai Future Fashion Award berevolusi menjadi lebih dari sekadar kompetisi ide. 

Peserta tidak cukup menuangkan gagasan dalam moodboard. Mereka ditantang untuk langsung mengeksekusi desain, pola, dan seluruh proses produksi. Karena di industri nyata, ide baru benar-benar bermakna ketika ia terwujud.

Ini berlaku bukan hanya di atas panggung kompetisi. Advisor JF3 Thresia Mareta tidak membantah, dalam industri fashion yang sesungguhnya seorang desainer, terutama di awal perjalanan karier mereka, kerap harus menjadi single fighter.

“Mereka mengerjakan segalanya sendiri, dari merancang hingga mengelola bisnis,” cetusnya. 

Itulah mengapa terus belajar, termasuk menggali ilmu-ilmu di luar desain, bukan pilihan melainkan keharusan. Thresia meyakini, tanpa pengetahuan yang cukup di bidang yang berkaitan erat dengan industri fashion, pertumbuhan akan mudah stagnan.

Bagi yang siap melangkah lebih jauh, PINTU ke Paris Trade Show membuka jalur bagi desainer Indonesia untuk tampil di salah satu panggung dagang fashion paling bergengsi di dunia. Berbagi pengalaman sekaligus menguji daya saing di standar internasional, bukan hanya di rumah sendiri.

Dan agar ekosistem ini benar-benar tumbuh secara menyeluruh, JF3 Model Search memastikan dukungan mengalir tidak hanya ke para desainer. Model Indonesia pun mendapat ruang tumbuh yang setara. Ini diharapkan memperkuat seluruh rantai industri, dari ujung ke ujung.

Di tengah segala tantangan dan kondisi yang tidak selalu mudah, kata Thresia, JF3 memilih untuk terus melangkah. Konsistensi bukan sekadar slogan. Ia adalah komitmen untuk terus hadir, terus belajar, dan terus tumbuh, apa pun hambatan yang datang di tengah jalan.

Tahun ini rangkaian acara dipusatkan di satu lokasi: Kelapa Gading, Jakarta. Keputusan yang bukan sekadar soal logistik, melainkan juga tentang membangun energi kolektif di satu titik yang sama.

Perhelatan dibuka pada 22 Juli dengan Gala Dinner Opening. Acara makan malam yang sekaligus menjadi ajang koneksi antara brand Indonesia dengan desainer internasional yang hadir. 

Di sinilah percakapan pertama dimulai, peluang kolaborasi diharapkan semakin terbuka lebar, dan potensi kemitraan baru bisa lahir dari obrolan ringan. Sehari kemudian hingga 29 Juli 2026, fashion show akan bergulir selama tujuh hari berturut-turut. ***

Share
Deheng House
Penta
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru