wajah-perempuan-minang-dalam-bingkai-adaik-suluah-nagari
| Dok MUSEUM DAN CAGAR BUDAYA
ART & DESIGN
Wajah Perempuan Minang dalam Bingkai ‘Adaik Suluah Nagari’
Devy Lubis
Mon, 26 Jan 2026

Museum Nasional Indonesia kembali menghadirkan ruang dialog budaya melalui pameran temporer bertajuk ‘Adaik Suluah Nagari’. Sebuah eksplorasi mendalam tentang peran strategis perempuan Minangkabau dalam menjaga kesinambungan adat dan kehidupan sosial. 

Pameran ini menjadi pengingat bahwa perempuan bukan sekadar pewaris tradisi, melainkan juga penjaga cahaya peradaban nagari.

Dalam sistem sosial Minangkabau yang menganut garis keturunan matrilineal, perempuan menempati posisi sentral. Sebagai poros kehidupan adat. 

Prinsip Bundo Kanduang menempatkan perempuan sebagai pemegang garis keturunan, pewaris harta pusaka, penjaga rumah gadang, pendidik nilai moral dan spiritual, hingga pengambil keputusan yang memastikan adat tetap hidup dari generasi ke generasi. 


Melalui pameran ini, konsep Bundo Kanduang dihadirkan bukan hanya sebagai simbol masa lalu, tetapi sebagai kekuatan kultural yang terus beradaptasi di tengah arus modernitas—teguh memegang adat, namun tetap relevan dengan zaman.

‘Adaik Suluah Nagari’ menampilkan 179 koleksi (50 di antaranya koleksi Museum Nasional) yang mencakup artefak budaya, arsip, dan narasi visual. Masing-masing merekam perjalanan serta transformasi perempuan Minangkabau.  

Setiap objek dan dokumentasi dirangkai untuk menunjukkan bagaimana perempuan Minangkabau merawat tradisi sekaligus bernegosiasi dengan dinamika sosial, pendidikan, dan kepemimpinan di ruang publik.

Lebih dari sekadar pameran sejarah, ‘Adaik Suluah Nagari’ menjadi ruang refleksi tentang kekuatan perempuan yang berakar pada budaya lokal—kekuatan yang menopang marwah kaum, menjaga harmoni nagari, dan membentuk masa depan masyarakat Minangkabau.

Kepala Museum & Cagar Budaya Indira Estiyanti Nurjadin mengatakan, pameran ini merupakan bagian dari komitmen Museum Nasional dalam menghadirkan narasi kebudayaan Nusantara yang berakar kuat pada nilai-nilai lokal.

“Kehadiran pameran yang mengangkat kebudayaan Nusantara ini sejalan dengan narasi strategis tentang Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya yang sangat beragam,” ujar Esti. 

Pameran ‘Adaik Suluah Nagari’ resmi dibuka pada 22 Januari 2026 dan dapat dikunjungi mulai Selasa hingga Minggu, pukul 08.00–20.00 WIB, dengan tiket masuk reguler.***



Share
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru