senyum-vidi-aldiano-menyimpan-jejak-di-unhas
| Foto : IG @vidialdino
Senyum Vidi Aldiano Menyimpan Jejak di Unhas
Rusman Madjulekka
Fri, 13 Mar 2026

KABAR duka selalu menyesakkan duka. Pun ketika Vidi Aldiano diberitakan meninggal dunia. Menjelang buka puasa, Sabtu 7 Maret 2026. Ia berpulang setelah melawan kanker ginjal yang diidapnya selama enam tahun.

Kepergian Vidi ke tempat peristirahatan terakhirnya, membuat jagat dunia hiburan Indonesia kehilangan. Selama ini ia dikenal sebagai salah satu penyanyi muda berbakat dengan kemampuan olah vocal terbaik tanah air. Beberapa hari sebelumnya juga wafat Donny Fattah, musisi anggota personil grup legendaris God Bless.

Lagu-lagu Vidi yang populer seperti “Nuansa Bening”, “Status Palsu”, “Dara” mengalir akrab ditelinga semua kalangan lintas generasi. Dibawakan dengan energi yang ringan sehingga mudah dinikmati.    

Pemilik nama asli Oxavia Aldiano ini lahir pada 29 Maret 1990, debut karirnya sebagai penyanyi solo. Kesuksesan Vidi Aldiano dalam bernyanyi ditandai dengan beberapa penghargaan yang berhasil ia raih. 

Pada 2017 album “Persona” miliknya meraih penghargaan Triple Platinum dari KFC dan juga penghargaan sebagai Duo atau Grup Vokal Kolaborasi Urban terbaik dalam acara Anugerah Musik Indonesia 2019 untuk lagu “I Don’t Mind” yang berkolaborasi dengan Sheryl Sheinafia dan Jevin Julian (Shalsyabilla, 2023). 

Selain itu, Vidi tidak hanya bergelut di dunia musik. Ia juga dikenal aktif di media sosial Instagram dengan memiliki lebih 2 juta pengikut hingga masa yang bersangkutan wafat.

Menurut pengakuan keluarga dan para sahabat yang datang melayat, Vidi meninggal di hari (momen Nuzulul Qur’an) dan bulan baik (Ramadhan) dengan tersenyum. Senyum yang menyimpan sepenggal jejak kenangan di kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan. 

Apakah Vidi pernah tampil atau konser di kampus Unhas? Tidak. Apakah ia pernah jadi narasumber di kampus merah?Juga tidak. Meski fisiknya tak pernah hadir, tapi ada kejadian yang menautkan ruh Vidi dengan Unhas.

Perjalanan karir Vidi yang moncer di industri musik diam-diam rupanya menarik perhatian seorang mahasiswi FISIP jurusan Ilmu Komunikasi Unhas. Ia sampai dijadikan objek penelitian skripsi pada 2024. Nama mahasiswi itu: Fadhila Chaerunnisa. 

Dalam penelitian yang dilakukannya selama kurang lebih tiga bulan, Fadhila ingin mengetahui bagaimana pengaruh pemilihan brand ambassador Vidi Aldiano terhadap keputusan anak muda membeli minuman kopi merek tertentu di kota Makassar.

Sebelumnya alasan perusahaan produk kopi kekinian tersebut memilih Vidi Aldiano sebagai brand ambassador karena dinilai sosok yang tidak hanya penikmat kopi tapi juga kritis atas suatu produk. 

Vidi sendiri mengakui antara dirinya dan poduk kopi yang ia jadi brand ambassadornya punya nilai yang sama dalam berkarya. 

Sama-sama dengan semangat Grind the Essentials, yang membuat Vidi termotivasi untuk terus berprestasi dan berkomitmen untuk bisa memberikan hiburan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia. 

Satu yang menarik dibalik kisah Vidi Aldiano adalah cara ia menjalaninya. Berdamai dengan takdirnya. Tidak ada drama, tidak juga menutup rapat-rapat hal yang membuat gemerlap bintangnya redup.  

Dari Vidi kita belajar makna ketabahan. Menerima kenyataan sebagai bagian dari hidup yang harus dijalani. ***

Share
Banner Odhua
Nyonya Secret
Ciputral Hotel JKT

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru