strawberry-pentik-sendiri-di-ciwidey
| Foto Gener Wakulu
Travel Idea
Strawberry Pentik Sendiri di Ciwidey
By Gener Wakulu
Fri, 28 Feb 2025

Perjalanan dari bandung ke ‘kota’ Ciwidey --30 km di selatan Bandung, Jawa Barat-- hingga ke Kawah Putih punya banyak warna. Di sana-sini bertaburan ladang strawberry. Padahal sebelumnya para petani hanya menanam sayur dan berkebun teh di daerah ini. Namun sejak keberhasilan tanaman strawberry tumbuh di sini, para petani mulai beralih. Perkebunan strawberry yang berkembang sepuluh tahun terakhir kemudian menjadi ciri khas kawasan Ciwidey. Dan hal itu memicu rasa penasaran bagaimana rasanya memetik sendiri buah strawberry. Dan tercapailah angan-angan masa kecil memetik sendiri buah strawberry.

Sebab, para petani menjual buah strawberry yang ada di ladang mereka dengan cara membiarkan pengunjung memetik sendiri buah strawberry yang kita inginkan. Kedengarannya memang sangat asyik.

Kalau mau dirunut, strawberry bukanlah tanaman asli Indonesia. Tanaman itu dipercaya berasal dari Amerika Serikat. Baru pada pertengahan tahun 1990-an strawberry dikenal masyarakat Rancabali. Dua tahun kemudian, 1997, strawberry menjadi tanaman yang umum ditemui di halaman rumah penduduk. Menyadari potensi yang dimiliki oleh daerah ini, pada tahun 1999 masyarakat mulai menanam buah ini dalam skala besar.


Usep, salah seorang petani yang lebih dari lima tahun menggeluti buah ini, menuturkan, “Waktu itu harga sayur turun drastis di pasaran. Maka saya bersama beberapa petani lainnya beralih menanam strawberry.”

Namun keberhasilan Usep bersama beberapa petani lainnya dalam mengembangkan perkebunan strawberry bukannya tanpa halangan. Tanaman yang tidak dapat bertahan lama setelah dipetik dari pohonnya ini, juga punya beberapa trik agar buah strawberry yang keluar tidak rusak dan dapat berkembang secara normal.

Jenis strawberry yang banyak ditanam penduduk adalah Fragaria nilgerrensis. Tetapi oleh warga disebut strawberry Nyoho. Selain itu, dikenal pula strawberry California (Fragaria vesca), Holland dan Ananassa (Fragaria ananassa). Menurut Usep, “Jenis-jenis itu dapat dibedakan dari bentuk buahnya. Buah strawberry Nyoho dan Ananassa agak mengerucut (konikal) dengan bentuk buah yang agak kecil. Sementara jenis strawberry California dan Holland agak membulat (globosa) dan frekuensi waktu berbuahnya agak lama, namun menghasilkan buah yang agak besar. Kesamaannya, petani dapat memanen buah strawberry tiga hingga empat kali seminggu.”

Tidak hanya kesegarannya, strawberry juga menggiurkan karena mengandung banyak nutrisi seperti kalium, zat besi dan vitamin C. Karena rendah kalori, jus strawberry menjadi salah satu minuman yang digemari masyarakat Bandung dan Jakarta.

Setelah menjadi trend, papan-papan promosi bertuliskan “Strawberry Petik Sendiri” banyak dijumpai di sepanjang jalan Kampung Warungpalu, Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali. Dengan harga Rp 65.000 per kilogram, pengunjung bebas memilih dan memetik buah strawberry langsung dari dahan-dahan tanaman.

Strawberry warga biasanya ditanam dalam karung-karung dan wadah platik (polybag). Karung itu diisi tanah seberat 40 kilogram, kemudian dipadatkan dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter. Hampir tidak ada yang menanam strawberry langsung di tanah (sistem mulsa).

Pada tiap karung, Usep dan rata-rata petani menanam empat bibit strawberry. Dengan ketinggian setengah meter, buah yang dihasilkan akan menjuntai keluar tatkala tiba waktu panen, namun tidak menyentuh tanah. Rupanya, trik menanam pada karung-karung dimaksudkan untuk mencegah pembusukan buah. “Buah strawberry sangat mudah busuk bila bersentuhan dengan tanah lembab atau dihinggapi air hujan,” imbuh Usep.

Seraya memetik buah strawberry yang sudah ranum, Usep memperlihatkan trik yang dilakukan agar buah strawberry tidak mengalami gagal buah. “Tapi jika buahnya lagi banyak dan pembeli sedang sepi, kami mengolahnya menjadi dodol, manisan dan selai strawberry,” tukasnya kemudian.

Banyak pilihan, bukan? Yang jelas, kami sudah merasakan romantisme memetik buah dengan tangan sendiri. “Surga dunia” di tanah Priyangan yang membuat iri.***




Share

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru