so-far-not-bad
Joachim Klement | Dok Linkedln + Ai edited
World Cup FIFA
SO FAR, NOT BAD
By Dani Wicaksono
Mon, 29 Jun 2026
Menakar Akurasi Prediksi Joachim Klement

 Dulu ada Paul Si Gurita. Entah bagaimana, hewan bertentakel dari akuarium di Jerman itu secara akurat menebak seluruh hasil pertandingan Jerman di Piala Dunia 2010. Itu berarti tujuh pertandingan Der Panzer di turnamen Afrika Selatan. Yup, ramalannya selalu benar.

Jerman tersingkir di semifinal dan kemudian meraih posisi ketiga setelah mengalahkan Uruguay 3-2. Tapi Paul sukses menebak kemenangan Spanyol atas Belanda dengan skor 1-0 di final. Luar biasa, bukan?

Paul sudah mati, beberapa bulan usai Piala Dunia 2010 berakhir. Dunia mencari-cari model baru “hewan peramal” untuk memprediksi turnamen yang sama. Ada beberapa hewan yang muncul kemudian, tapi tidak ada yang menebak dengan jitu seperti Si Gurita.

TERKAIT

Lalu ada Joachim Klement. Namanya mencuat sebagai seorang ahli matematika dari Jerman yang berhasil membuat permodelan untuk memprediksi hasil pertandingan di Piala Dunia. Klement terkenal ketika perhitungannya memunculkan Jerman sebagai Piala Dunia 2014. Di turnamen Brasil itu, Jerman secara dramatis mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 di laga puncak.

Perhitungannya bisa salah. Model ekonometrik yang dikembangkan matematikawan Jerman tersebut meramu variabel sosioekonomi dan statistik sepak bola. Ada jumlah populasi negara dan Produk Domestik Bruto per kapita (yang mempengaruhi kemajuan infrastruktur olahraga), ada kultur sepak bola, ada peringkat FIFA, catatan performa, prestasi, dan terakhir ada variabel bernama “keberuntungan”.

Dalam sebuah wawancara dengan Sky Sports, awal Juni, Klement menjelaskan, modelnya akurat hingga sekitar 50%. “Sisanya murni faktor keberuntungan di lapangan,” tambahnya.

Faktor keberuntungan yang dimaksud meliputi cedera pemain, kartu merah, hingga penalti.

Perlu digarisbawahi, perhitungan Klement memiliki ketepatan menakjubkan. Ia juga memprediksikan Prancis juara Piala Dunia 2018 dan Argentina juara Piala Dunia 2022. Ia benar. Tiga kali berturut-turut di tiga edisi Piala Dunia!

Kini, pada Piala Dunia 2026, Klement telah menghitung bahwa Belanda dan Portugal bakal mencapai final. Secara spesifik, Belanda bakal menyingkirkan Prancis di babak perempat final, mengalahkan Spanyol di semifinal, lantas juara dengan membekuk Portugal di laga pamungkas. Itu salah satu prediksi utamanya.

Klement juga membuat beberapa prediksi lain. Pertama, Jepang bakal menghadirkan kejutan terbesar dengan menyingkirkan Brasil di babak 32 besar. Kedua, Turki diperkirakan bakal melaju hingga perempat final atau lebih. Ketiga, Norwegia dengan ujung tombak Erling Haaland memiliki persentase besar untuk juara (3,5%), berdampingan dekat dengan Belanda (3,6%). Keempat, Maroko mungkin saja menjadi tim kuda hitam yang bakal melaju sampai jauh.

Ada juga media yang melaporkan bahwa Klement memprediksi bahwa Korea Selatan bakal menyingkirkan Skotlandia di babak 32 besar. Well, ini sudah salah. Kedua tim ini gagal melewati fase grup dan tidak masuk sistem gugur. Korea Selatan menempati peringkat tiga Grup A dan gagal mendapat tiket ke 32 besar melalui sistem “delapan peringkat tiga terbaik”. Sama dengan Skotlandia yang berada di urutan tiga Grup C.

Terkait Maroko, yang berada di peringkat dua Grup C, kekuatan skuad ini memang menjanjikan. Di fase grup, tim berjuluk “Singa Atlas” tersebut mampu menahan imbang Brasil 1-1, menang 1-0 atas Skotlandia, dan menang 4-2 atas Haiti. Nilainya 7, sama dengan Brasil.

Jepang berada di Grup F bersama Belanda. Di kelompok ini, Belanda memimpin dengan nilai 7. Jepang di tempat kedua dengan nilai 5, sementara Swedia juga melaju ke babak 32 besar melalui sistem “delapan peringkat tiga terbaik” dengan nilai 4.

Jepang sanggup menahan imbang Belanda 2-2. Tapi Oranje memang lebih superior di Grup F. Virgil van Dijk cs menggasak Swedia 5-1 dan Tunisia 3-1.

Belanda akan bertemu Maroko di Guadalajara pada 29 Juni nanti. Jepang bersua Brasil pada hari yang sama di Houston. Ya, itu dua jadwal pertandingan babak 32 besar yang bersinggungan dengan prediksi Klement.

Belanda dan Maroko sama-sama mendapatkan prediksi positif. Maroko bakal menjadi kuda hitam yang melaju jauh, dan Belanda diperkirakan juara. Masalahnya, prediksi mana yang lebih akurat? Dalam konteks ini, perhitungan Klement bisa runtuh dalam sekejap jika Maroko menang. Di sisi lain, perhitungan Klement bakal berlanjut jika Maroko ditumbangkan.

Satu perkara yang mengganjal adalah tentang Belanda mengalahkan Spanyol di semifinal, lalu mengalahkan Portugal di final. Setelah melihat bracket jadwal pertandingan babak 32 besar, prediksi Klement sudah melenceng. (Lihat: https://www.fifa.com/en/tournaments/mens/worldcup/canadamexicousa2026/standings)

Portugal dihadang Kroasia, sedangkan Spanyol berjumpa Austria di babak 32 besar. Andaikata Portugal dan Spanyol menang, keduanya langsung bertemu di babak 16 besar. Salah satu dari mereka akan mencapai perempat final. Jadi, tidak ada pertemuan antara Belanda dan Spanyol di semifinal atau Belanda dan Portugal di final.

Kemungkinan terbaiknya, berdasarkan bracket jadwal fase knockout dari FIFA, Belanda akan bertemu antara Portugal atau Spanyol (salah satunya saja) di semifinal.

Di bracket lainnya, laga sistem gugur menuju final diisi tim kuat seperti Brasil, Argentina, Inggris, Kolombia, dan Norwegia. Maka, apabila Belanda mampu berjuang menembus final, Oranje bakal bertemu salah satu di antara mereka. Bukan Portugal.

Sejauh ini, beberapa perhitungan Klement tidak kena sasaran. Tapi apakah memang Belanda bakal juara? Itu yang bisa kita tunggu dan nikmati bersama-sama.


Share
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru