sedasa-rhapsody-di-panggung-mode
Rancangan terbaru desainer modest fashion dalam perhelatan SEDASA: Rhapsody Summit di Jakarta, 1 Mei 2026. | Doc Indonesia Fahion Chambner
Fashion
SEDASA: Rhapsody di Panggung Mode
By Devy Lubis
Tue, 19 May 2026

Dari Bandung ke Jakarta. Dari layar virtual ke runway nyata. SEDASA telah menempuh perjalanan yang tidak pendek. Dan, Volume 3 adalah bukti bahwa langkah itu tidak sia-sia. 

Mengusung tema ‘Rhapsody Summit’, event modest fashion ini untuk pertama kalinya menggelar peragaan busana di Ibu Kota. Menghadirkan empat belas desainer dan brand modest fashion lokal dalam satu panggung yang sama di Intercontinental Hotel Jakarta Pondok Indah, 1 Mei 2026.

SEDASA kali pertama digelar di Bandung, Jawa Barat, di tengah senyapnya pandemi 2020. Antusiasme berkembang pada penyelenggaraan kedua 2021 sebelum akhirnya mengalami vakum panjang. 

Parade Dua Sesi

Sesi pertama dibuka dengan deretan nama yang sudah dikenal maupun yang sedang menanjak. Sebut saja Mandhja by Ivan Gunawan, Nabila Misha Fashion, dan Padushi by Novitasari. 

Hadir pula karya-karya Gita Orlin, Arabellescarf, Armila Syar'i, AMYZA, Arinna Premium Hijab, Agoest Hanggono, Rumman, Mirranda Atelier, Mayra, dan Shadec. 

Koleksi demi koleksi bergantian memenuhi runway. Beragam dalam pendekatan, namun satu dalam napas modest fashion yang relevan, kini, dan percaya diri.

Sesi kedua menghadirkan AMYZA dan Motif Hawa, sekaligus dimeriahkan oleh penampilan spesial Krisdayanti dan Titi DJ. Dua nama besar yang kehadirannya mengangkat suasana malam itu jauh melampaui sekadar peragaan busana.

SEDASA Volume 3 sengaja menghadirkan panggung kolaboratif bagi para desainer visioner. Tak hanya menghadirkan desainer dan brand ternama, SEDASA membuka ruang bagi talenta baru untuk tampil dalam fashion show berstandar nasional. 

Jadi, selain memperkenalkan hasil rancangan terbaru para desainer, momen ini juga diharapkan dapat membentuk arah masa depan industri modest fashion Indonesia.

Tampil sebagai guest designer, Ivan Gunawan membawa label Mandhja-nya ke panggung SEDASA. Ia sekaligus menerima penghargaan The Modest Visionary Award atas konsistensi dan pengaruhnya dalam membentuk lanskap modest fashion modern Indonesia.

Penghargaan kedua, Young Visionary Award jatuh kepada Nabila Misha, desainer muda. Di usia yang masih sangat belia sudah memperlihatkan keberanian berekspresi dan visi kreatif yang autentik. Ia adalah wajah generasi baru: tidak hanya bermimpi, tapi melangkah.

Lebih dari Sekadar Runway

Di balik gemerlap panggung, SEDASA menyimpan misi yang lebih panjang. "Kami ingin merangkul para desainer dan brand lokal untuk bersama-sama mendorong daya beli masyarakat terhadap produk fashion dalam negeri," ujar Rya Baraba, founder SEDASA.

Caranya konkret: menghadirkan para reseller dari berbagai daerah langsung ke arena, menciptakan ruang transaksi dan kolaborasi nyata antara pelaku usaha dan pasar — sebuah ekosistem yang tidak berhenti di ujung runway.

Didukung oleh Kementerian/Badan Ekonomi Kreatif dan dihadiri langsung oleh Menteri EKRAF Teuku Riefky Harsya, SEDASA 2026 menegaskan satu hal: modest fashion Indonesia bukan sekadar gaya. Ia adalah identitas yang akan terus bertumbuh.***

Share
Deheng House
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru