puspa-aksara-hati-ayu-dyah-andari
Koleksi terbaru desainer modest fashion Ayu Dyah Andari bertajuk “Puspa” dipamerkan di Jakarta, 7-8 Mei 2026. | Doc Tim Muara Bagdja
Fashion
PUSPA: Aksara Hati Ayu Dyah Andari
By Devy Lubis
Sun, 17 May 2026

Desainer Indonesia Ayu Dyah Andari merayakan momentum 15 tahun berkarya dengan koleksi yang lahir dari ketangguhan, keindahan, dan cinta yang tak pernah padam. Kaya warna. Bertabur bunga. Selaksa makna.

Koleksi ‘PUSPA: Aksara Hati’ tersebut dirangkum menawan dalam sebuah art installation and private collection yang ditampilkan selama dua hari di Le Nusa, Jakarta Selatan, 7 dan 8 Mei 2026. Sebanyak 27 koleksi utuh dipamerkan. Terdiri atas 13 koleksi adi busana dan 14 koleksi siap pakai. Sepilihan rancangan dibawakan dalam peragaan mini pada hari pertama.

Ada yang berbeda dari cara Ayu berdiri di hadapan koleksinya kali ini. Lebih tenang. Lebih dalam. Laiknya seseorang yang telah melewati banyak hal, dan memilih tetap berjalan. Meski begitu, ia menegaskan bahwa tidak ada filosofi khusus untuk rancangan kali ini. 

“Saya hanya ingin menciptakan sesuatu yang berbeda, yang belum pernah saya bikin sebelumnya. Sesuatu yang fresh, segar! Pakai warna yang juga belum pernah saya coba seperti tosca, teal blue, maroon di warna-warni, deep brown … dan kalau biasanya koleksi kami pakai pink yang lembut, kali ini pink-nay yang agak menyala,” terang Ayu.  


Selamanya

Lima belas tahun tentu bukan angka kecil di dunia mode yang penuh guncangan. Industri ini telah melewati pasang-surut pandemi yang melumpuhkan hampir semua aktivitas luar ruang, tekanan ekonomi yang tak kunjung reda, dan bagi Ayu sendiri, ada sebuah kehilangan yang sangat pribadi. 

Dua tahun setelah memulai perjalanan kreatif di dunia mode, Ayu memilih jalur busana modest dan sejak hari itu, ia tak pernah berpaling. Lima belas tahun kemudian, pilihannya terbukti bukan sekadar insting bisnis, melainkan identitas.

Jenama yang ia bawa sendiri namanya, Ayu Dyah Andari, tumbuh dengan ciri yang konsisten: elegan, feminin, dan penuh detail yang hanya bisa lahir dari tangan-tangan yang sabar dan teliti. Busana yang memikat perempuan yang ingin tampil mewah tanpa kehilangan diri. Grande, ultra premium, namun tetap mengalir dalam gerak keseharian.

Yang membuatnya bertahan, bahkan tumbuh, di tengah pasar yang terus berubah adalah kemampuannya menghadirkan kebaruan tanpa meninggalkan akar. Koleksi demi koleksi, selalu ada embusan segar yang terasa, meski aroma klasik dan timeless tak pernah pergi. 

Terangkai Bunga di Satu Jiwa

Merayakan momentum 15 tahun berkarya, Ayu tidak memilih kemewahan yang gemerlap dan ramai, tapi tetap kaya warna. Ia menjatuhkan cintanya pada bunga, yang salah satunya menjadi identitas personalnya selama ini.

‘PUSPA’ terinspirasi dari tiga bunga Indonesia yang masing-masing membawa representasi visual dan emosional tersendiri. Rafflesia, bunga terbesar di dunia, hadir dengan kesan wibawa penuh. Diterjemahkan ke dalam garis desain yang kokoh dan tegas. 

Melati, bunga kesederhanaan yang menyimpan kedalaman. Ia mewakili kelembutan dengan siluet yang flowy dan ringan. Anggrek, dengan segala keanggunan dan karisma yang melekat padanya, hadir dalam rancangan berkelas dan berselera.

Tiga karakter berbeda, tiga pendekatan desain yang berbeda pula, namun semuanya berakar pada identitas yang sama: mawar. Bunga yang selama ini menjadi ciri khas plus penanda visual rancangan-rancangan Ayu Dyah Andari pada jenama sesuai namanya, baik dalam koleksi high-fashion maupun ready-to-wear.

Embusan Retrospektif

Mawar sekali lagi hadir sebagai benang merah yang menyatukan keseluruhan koleksi. Ayu meletakkan maknanya secara personal sekaligus universal. 

"Saya mendedikasikan ‘Puspa’ sebagai karya dengan embusan retrospektif yang dihadirkan kembali dari perjalanan berkarya selama 15 tahun ini bagi seluruh wanita Indonesia,” ungkapnya. 

“Khusus kepada mereka yang berpeluh penuh pada profesinya. Untuk semua para wanita tangguh, namun lembut serta berani mengambil langkah penuh aspirasi. Masing-masing busana dengan garis siluet yang sesuai dengan representasinya," ujarnya.

Dan, dedikasi itu terasa nyata di setiap helai benang, tisik jarum, dan jahitan. ***



Share
Deheng House
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru