Bagi Olafur Eliasson, seni tak pernah diam. Bahkan dalam pameran tunggal bertajuk ‘Your Curious Journey’ di Museum MACAN, setiap karya tiba di Jakarta setelah menempuh jarak yang panjang. Menembus ruang, rentang waktu, dan lintas pengalaman.

Ada yang lahir puluhan tahun lalu. Ada yang membawa jejak dari berbagai kota dan konteks. Masing-masing dengan kisah, rute, jejak rencana, dan memorinya sendiri.
“Karya-karya ini datang dari banyak tempat dan merekam beragam momen dari tiga dekade praktik artistik saya,” ujar Olafur, menyinggung sepilihan karyanya yang masih akan dipamerkan hingga 12 April 2026 mendatang.
Setiap karya menyimpan kisah sendiri; memiliki catatan perjalanannya sendiri. Selalu ada jejak zaman atau peristiwa, dan penanda lain yang menandai proses pembuatannya. Juga tantangan yang mengarah pada hasil akhir — berupa karya yang hadir di depan mata kita.
Banyak maksud yang terkandung di dalamnya. Makna bercampur dengan beragam konteks dan interpretasi.
TERKAIT :
- Your Curious Journey: Kala Seni Mengajak Kita Merasa Kembali Terhubung
- Perjalanan Rasa dan Cahaya bersama Olafur Eliasson
Di Museum MACAN, seluruh karya tersebut bertemu dalam tatanan yang baru—unik dan tak mungkin akan terulang. Beberapa bahkan belum pernah dipamerkan bersama dalam edisi-edisi sebelumnya dari pameran keliling ini.
Jakarta menjadi titik temu sementara. Sebuah persinggahan yang memberi makna baru pada karya-karya tersebut, sekaligus membuka kemungkinan pengalaman yang sepenuhnya berbeda.
Namun, perjalanan dalam pameran ini tidak hanya milik karya seni. Olafur mengingatkan, bahkan setiap pengunjung pun datang dengan rutenya sendiri. “Kalian juga menempuh perjalanan untuk sampai ke sini, kan?” tuturnya.
“Bisa jadi hanya beberapa langkah dari sudut jalan terdekat, sedikit lebih jauh jaraknya, atau perjalanan panjang melintasi batasan kota dan negara,” lanjutnya.
Meski begitu, perjalanan tak hanya bicara tentang ‘jarak’ dan ‘perpindahan secara fisik’. Perjalanan, kata Olafur, dapat pula dimaknai sebagai sebuah proses batin. Rasa ingin tahu yang tumbuh perlahan dari pengalaman.
Perjalanan mungkin juga merupakan akumulasi dari pengalaman selama kita hidup, atau sesuatu yang muncul dări pertemuan tak terduga namun meninggalkan kesan yang tak terlupa.
Olafur meyakini, “Setiap orang akan tenggelam dalam ‘dunia’-nya sendiri-sendiri saat melihat karya-karya ini.”

Perjalanan Karya x Pengalaman Kita
Pengalaman hidup, ingatan, dan kepekaan personal ikut membentuk cara kita melihat, merasakan, dan memaknai karya. Di sinilah ‘Your Curious Journey’ menjadi sangat personal bagi kita yang menikmati karya. Sebuah pertemuan antara perjalanan karya dan perjalanan manusia yang mengalaminya.
‘Olafur Eliasson: Your Curious Journey’ dibuka untuk publik di Museum MACAN - Jakarta hingga 12 April 2026. Pameran ini dapat dinikmati pengunjung segala usia. Karya-karyanya ramah bagi anak. Tentu akan lebih optimal dengan panduan museum dan bimbingan orang dewasa.
Anak-anak bisa mengamati, merasakan dan membayangkan melalui interaksi langsung dengan instalasi yang mengeksplorasi cahaya, cermin, bayangan, dan warna. Sebuah ruang di mana seni menjadi permainan indera, yang tak hanya indah tapi juga menumbuhkan rasa keingintahuan secara alamiah.
Lebih jauh lagi, Eliasson menggunakan seni dan kreativitas sebagai medium untuk membicarakan isu-isu lingkungan dan perubahan iklim dengan cara yang reflektif, terbuka, dan penuh empati.
Museum MACAN andil bukan hanya sebagai salah satu destinasi dari begitu banyak rute yang membawa karya-karya ini; bukan pula sekadar persinggahan; melainkan persimpangan. Tempat di mana karya, ruang, dan pengunjung saling bertemu. Masing-masing membawa pengalaman dan cerita perjalanannya sendiri, lalu pulang dengan berbagai rasa dan kemungkinan.***