modinity-fashion-parade-2026-x-borobudur-a-legacy-retold
| Dok Istimnewa
Fashion
Modinity Fashion Parade 2026 x Borobudur: A Legacy Retold
Devy Lubis
Sat, 24 Jan 2026

Ikonik sekaligus monumental. Inilah kesan yang tercipta dalam penyelenggaraan Modinity Fashion Parade pada malam yang hangat di Magelang, 17 Januari 2026. Momen istimewa ketika fashion kontemporer berpadu lanskap spiritual Borobudur yang megah. 

Untuk pertama kalinya, situs Warisan Dunia UNESCO tersebut menjadi latar runway terbuka. Menjadikannya titik pertemuan puitis antara warisan budaya, modernitas, dan visi masa depan fashion Asia Tenggara.

Di tengah siluet stupa dan relief batu yang berusia lebih dari seribu tahun, fashion tampil sebagai bahasa yang hidup—bergerak, berlapis, dan terus berevolusi.

Runway sepanjang hampir 125 meter membentang di ruang terbuka. Lebih dari 200 model menampilkan rancangan-rancangan terbaru para desainer di hadapan hampir 1.000 tamu undangan dari berbagai penjuru Indonesia. 

Tak sekadar latar dramatis, Borobudur menjadi bagian dari dari keseluruhan pengalaman visual dan rasa—memberi konteks, kedalaman, dan resonansi pada setiap langkah di runway.

Malam terasa seperti dialog lintas waktu. Antara keheningan situs spiritual yang bertahan melintas zaman dan energi fashion masa kini yang penuh ekspresi, juga harapan.

“Infinite Wonders”: Enam Brand, Satu Narasi

Tema “Infinite Wonders” menjadi benang merah yang merangkum potensi kreatif tanpa batas. Enam brand di bawah naungan Modinity Group yakni Buttonscarves, Benang Jarum, Nada Puspita, Zyta Delia, CALLA, dan Rizman Ruzaini hadir sebagai bab-bab dalam satu cerita runway yang berkesinambungan.

Masing-masing brand mempertahankan DNA desainnya. Namun, masing-masing tetap terhubung dalam satu narasi besar tentang identitas, femininity, dan kepercayaan diri fashion Asia Tenggara.

Debut Rizman Ruzaini di panggung Modinity Fashion Parade menjadi salah satu sorotan utama. Rumah mode couture asal Malaysia ini, yang resmi bergabung dengan Modinity Group pada 2025, menghadirkan sentuhan regional yang semakin memperluas percakapan fashion lintasbatas di dalam ekosistem Modinity.


Buttonscarves Beauty hadir sebagai Official Makeup Brand. Menyempurnakan tampilan kecantikan yang selaras dengan skala dan atmosfer pertunjukan.

Komunitas sebagai Jantung Ekosistem

Di luar runway, kekuatan utama Modinity Fashion Parade 2026 terletak pada komunitasnya. Para pecinta dan komunitas Modinity datang dari berbagai daerah—menempuh perjalanan darat, laut, dan udara untuk menyaksikan acara ini secara langsung. 

Mereka hadir bukan sekadar sebagai penonton, melainkan sebagai bagian dari ekosistem yang tumbuh bersama koleksi-koleksi apik nan menawan. Kehadiran komunitas menegaskan peran Modinity yang memposisikan fashion bukan hanya sebagai produk, tetapi sebagai pengalaman kolektif dan relasi jangka panjang.

Pertunjukan live dari Yura Yunita, Marcell Siahaan, dan Katon Bagaskara menambah dimensi emosional pada malam tersebut. Musik mengalir di antara langkah-langkah runway. Menciptakan suasana sinematik yang menghubungkan nostalgia, kontemporeritas, dan keintiman budaya Indonesia.

Ada nilai yang menjadi fondasi. Berakar di Asia Tenggara, Modinity Group membawa filosofi ‘Modern, Modest, dan Infinite Blessings’. Sebuah kerangka nilai yang mencerminkan keberagaman budaya, inklusivitas, dan keyakinan bahwa fashion dari Global South memiliki relevansi yang kuat di panggung dunia.

Linda Anggrea, CEO Modinity Group, kembali menekankan inisiatifnya tentang Modinity Fashion Parade sebagai ruang untuk bertumbuh. 

“Brand-brand kami berkembang bersama di sini, berlandaskan nilai dan komunitas yang telah kami bangun. Dan, tahun ini terasa berbeda karena Borobudur memberi konteks yang lebih dalam bagi cerita yang ingin kami sampaikan,” kata dia, menjelaskan.


Lebih dari Sebuah Peragaan Busana

Modinity Fashion Parade 2026 menghadirkan fashion sebagai pengalaman yang utuh di mana koleksi, musik, tata cahaya, lanskap, dan komunitas berpadu dalam satu narasi. Di Borobudur, fashion tidak berdiri terpisah dari budaya. Ia hadir sebagai bagian dari dialog yang lebih luas tentang identitas, kontinuitas, dan masa depan kreatif baik itu Indonesia maupun Asia Tenggara.

Di bawah siluet Borobudur, runway ini menjadi pengingat bahwa tradisi dan inovasi tidak saling meniadakan. Mereka justru saling memperkaya.

Dan, bagi Modinity, malam itu bukan hanya tentang koleksi yang ditampilkan, tetapi tentang cerita yang terus ditulis. Tentang anak bangsa dan juga tangan-tangan kreatif Asia Tenggara yang semakin percaya diri mendefinisikan estetika serta suaranya sendiri di dunia fashion global.***


Share
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru