la-nati-atau-mati
Yakin - Scaloni | Ilustrasi Ai
World Cup FIFA
LA NATI ATAU MATI?
By M Asri Arief
Thu, 09 Jul 2026

Timnas Swiss memang tidak diunggulkan, meski tercatat enam kali secara berturut-turut sebagai peserta di ajang bergengsi Piala Dunia. Sering pula tersingkir secara dramatis, meski pernah juga mencapai perempat final sebanyak tiga kali. Tahun ini, Timnas Swiss kembali hadir di babak perempat final setelah absen selama tujuh puluh dua tahun berkat kemenangan atas Kolombia lewat adu pinalti di Stadion BC Place Kota Vancouver Kanada.

Pada laga berikutnya, Timnas Swiss asuhan Murat Yakin akan menghadapi Timnas Argentina di Stadion Kansas City. Secara head-to-head, Timnas Argentina memiliki catatan yang lebih baik. Berbagai prediksi pun menyebut Tim asuhan Lionil Scaloni bakal meredam debut pasukan Murat Yakin. Di sisi lain, kepiawaian dan kejelian Murat Yakin mengatur strategi tidak dapat dipandang remeh. Kolaborasi pemain senior dan junior dalam Timnas berjuluk Rossocrociati atau La Nati (singkatan dari Nationalmanschaft) yang dalam Bahasa Jerman bermakna Tim Nasional ini selalu tampil solid. 

                                               ***

Timnas Swiss termasuk skuad tertua di Eropa, kehadirannya di level internasional dimulai pada tahun 1934 yang capaiannya hingga ke babak perempat final. Dalam lembar sejarah sepak bola dunia, performa Timnas Swiss sering dipandang sebagai salah satu tim kuda hitam yang kerap menyulitkan. Perjalanan ke pentas Piala Dunia tahun 2026 pun sangat meyakinkan, hasil kualifikasi yang impresif membuktikan La Nati memiliki kekuatan ampuh saat menerabas lawan.

Di tribun lain, Timnas Albicelestes (putih dan biru langit/kostum Argentina) tentu diunggulkan karena menyandang gelar juara bertahan yang diraihnya pada tahun 2022 di Piala Dunia Qatar. Selain itu, Timnas asuhan Lionel Scaloni juga sukses mempertahankan dominasinya di Amerika Selatan dengan menjuarai Copa America pada tahun 2024. Perpaduan antara pengalaman dan kualitas pemain, baik secara tim maupun individu yang dipoles oleh tangan dingin pelatih, menjadikan sang Albicelestes sebagai Timnas yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi.  

                                                ***

​Duel La Nati dengan Albicelestes, diprediksi bakal berlangsung sengit, ibarat pertarungan antara hidup dan mati. Dalam beberapa pertandingan terakhir, Timnas Swiss telah menunjukkan identitasnya sebagai tim yang disiplin dan sulit dikalahkan. Memiliki lini pertahanan yang solid plus kelincahan kiper Gregor Kobel, ditopang dengan transisi permainan yang efektif saat menyerang.

Sementara Timnas Argentina sang juara bertahan, harus berani keluar dari zona beban sebagai pasukan unggulan agar mampu bermain rileks. Beban akan menjadi bumerang dan menimbulkan kebekuan olah gerak, apalagi jika pertandingan harus berakhir di titik putih adu pinalti. Bagaimana pun, semangat Granit Xhaka sebagai motor lini tengah Timnas La Nati kini memuncak didukung kemampuan dan ketajaman Ndoye dan Breel Embolo di lini depan yang sangat lihai memanfaatkan ruang kosong pertahanan lawan. Jika Lionil Scaloni sedikit lengah menyutradarai Timnas unggulan, maka skuad Murat Yakin bakal mengukir sejarah karena hanya ada dua pilihan: Memenangkan La Nati atau mati.(*)

 Penulis, pencinta sepak bola.

Tulisan lain M Asri Arief  : Pesona Lovene

 

Share
IIC 2026
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru