jemari-kecil-rayakan-perbedaan-di-panggung-musikal-indonesia
| Doc Galeri Indonesia Kaya
Movie & Music
Jemari Kecil Rayakan Perbedaan di Panggung Musikal Indonesia
Devy Lubis
Sat, 14 Feb 2026

Pentas seni akhir pekan hadir kembali di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta. Jadwal Februari dan dua pekan pertama bulan Maret sudah dirilis. Jadi, kamu bisa menyaksikan langsung pertunjukan-pertunjukan menarik lebih kurang selama 60 - 90 menit di setiap Sabtu (lihat jadwal).  

‘Jemari Kecil’ yang dipentaskan 31 Januari 2026 jadi pembuka. Teater musikal tuli pertama di Indonesia. Sebuah langkah berani merangkul bakat dan talenta komunitas tuli di negeri ini. 

Pementasan ini membuktikan bahwa seni selalu punya cara untuk menjangkau siapa saja; dirasakan dan dimaknai secara inklusif. 

‘Jemari Kecil’ juga mengubah cara kita memaknai kata ‘musikal’. Dipersembahkan oleh komunitas Fantasi Tuli, ‘Jemari Kecil’ menghadirkan kolaborasi hangat antara seniman tuli dan dengar dalam satu panggung yang sama. Bahasa isyarat, musik, tari, dan teater berkelindan tanpa saling mendominasi. 


Yang tercipta bukan sekadar pertunjukan berdurasi 90 menit, melainkan pengalaman yang membuat kita sadar: suara tak selalu harus terdengar untuk bisa dirasakan.

Kisahnya mengikuti perjalanan Mentari, seorang penari tuli yang sempat kehilangan semangat setelah kepergian sang ayah; seorang musisi. Dalam proses menemukan kembali kecintaannya pada tari, ia bertemu Awan, produser musik yang membantunya memahami ulang makna ritme dan ekspresi. 

Cerita ini bergerak dengan hangat dan optimistis. Alih-alih terjebak dalam kesedihan, ‘Jemari Kecil’ merayakan keberanian untuk bangkit dan membuka diri pada kemungkinan baru.

Bagi Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya, kolaborasi dan kehadiran pertunjukan ini adalah pernyataan tentang ruang yang inklusif. Panggung yang benar-benar terbuka bagi keberagaman cara berekspresi. 

“Kami percaya seni adalah ruang temu di mana perbedaan bukan menjadi batas, melainkan kekayaan yang saling melengkapi,” ujarnya.

Ia juga berharap pertunjukan ini membuka perspektif baru bagi penonton dan memperluas apresiasi terhadap karya-karya yang lahir dari pengalaman yang beragam.

Yang membuat ‘Jemari Kecil’ semakin istimewa adalah proses kreatifnya. Sejak awal, karya ini dibangun dalam semangat kolaborasi setara. Disutradarai bersama oleh Hasna Mufidah—seniman tuli—dan Dhea Seto dari kalangan dengar, pendekatan artistiknya menjadi ruang saling belajar. 

Semangat inklusivitas tak hanya hadir di atas panggung, tetapi juga tumbuh kuat di balik layar. Dari pengembangan cerita hingga menerjemahkan emosi ke dalam gerak, musik, dan visual. Para pemainnya pun datang dari lintas generasi, usia 12 hingga 43 tahun, membawa energi yang beragam namun selaras.

Pascal Meliala, pimpinan produksi sekaligus penulis naskah bersama Palka Kojansow, melihat proses ini sebagai perjalanan yang membuka banyak perspektif.

“Kata ‘musikal’ dan ‘tuli’ seolah tidak seharusnya berada di kalimat yang sama. Tantangan terbesarnya bukan mengajarkan teman-teman tuli menari atau menjelaskan musik, melainkan menciptakan cerita yang baik dan menghibur,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa semangat belajar para pemain tuli menjadi kekuatan utama produksi ini. “Dengan akses yang tepat, di lingkungan yang tepat, bersama orang-orang yang tepat, semua hal bisa dilakukan.”

Fantasi Tuli sendiri telah mencatat sejarah sebagai komunitas musikal tuli pertama di Indonesia yang menghadirkan pertunjukan tunggalnya secara mandiri. Lewat karya-karyanya, mereka membuka ruang baru dalam lanskap seni pertunjukan—ruang di mana inklusivitas bukan sekadar wacana, melainkan praktik nyata.

Karena pada akhirnya, seni bukan tentang siapa yang paling lantang bersuara—melainkan siapa yang bersedia mendengarkan dengan cara yang berbeda.

‘Jemari Kecil’ menjadi pembuka dari rangkaian musikal Indonesia yang menjadi tema bulan ini, dan dapat disaksikan gratis di Galeri Indonesia Kaya yang berlokasi di West Mall - Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Jadwal Pentas Tiap Sabtu

Galeri Indonesia Kaya, Jakarta

14 Februari 2026

Sesi1 15.00

Sesi2 19.00 WIB

‘Sie Jin Kwie Ceng Tang’

Sanggar Wayang Potehi Siauw Pek San

28 Februari 2026

15.00 WIB

‘Lika-Liku (Tur) Belakang Panggung’

Pranalika Production

7 Maret 2026

15.00 WIB

‘Kisah Abadi’

Unlimitale

14 Maret

15.00 WIB

Pentas musikal ‘Kakek dan Perahu Kuning’

Waktunya Main

Share
Banner Odhua
Nyonya Secret
Ciputral Hotel JKT

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru