membaca-dunia-lewat-seni-dari-krisis-empati-kritik-ekologi-hingga-politik
Instalasi S.E.A FOCUS di sela-sela ART SG KE-4 pada 22-25 Januari 2026. | Doc ART SG
ART & DESIGN
Membaca Dunia Lewat Seni: Dari Krisis Empati, Kritik Ekologi hingga Politik
Devy Lubis
Fri, 13 Feb 2026

Di tengah riuh edisi ke-4 ART SG , S.E.A. Focus hadir dengan nadanya sendiri. Lebih tenang, namun terasa dalam. Tahun ini, platform yang didedikasikan bagi seni kontemporer Asia Tenggara itu menutup edisi ke-8 —sekaligus menandai debutnya di bawah payung ART SG— dengan atmosfer yang hidup dan percakapan yang terus bergerak. 

Selama empat hari di Sands Expo and Convention Centre, Marina Bay Sands, 22 - 25 Januari 2026, S.E.A. Focus menjadi ruang perjumpaan yang hangat. Mempertemukan perupa, galeri, kurator, kolektor, dan publik dalam satu tarikan napas yang sama.

Berlangsung bersamaan dengan ART SG 2026 yang mencatat lebih dari 43 ribu pengunjung, kehadiran S.E.A. Focus memperkuat posisinya sebagai simpul penting dalam lanskap seni kawasan. Namun alih-alih larut dalam hiruk-pikuk pameran besar, platform ini justru menawarkan ruang untuk memperlambat langkah, mengamati, mendengar, dan terhubung.


Dikurasi untuk ketiga kalinya oleh John Z.W. Tung, dengan konsultasi artistik dari Emi Eu, Direktur Eksekutif STPI, edisi tahun ini mengusung tema ‘The Humane Agency’. Sebuah gagasan yang menempatkan perupa dan galeri bukan sekadar sebagai produsen karya, melainkan sebagai agen empati. 

Melalui praktik yang menanggapi konflik, krisis ekologi, hingga pergerakan komunitas lintas batas, karya-karya yang ditampilkan berbicara tentang kapasitas manusia untuk peduli, merespons, dan bertindak. Bahkan di tengah dunia yang rapuh.

Sebanyak 16 galeri berpartisipasi, dengan lebih dari separuhnya berbasis di Singapura. Konstelasi ini mencerminkan dinamika ekosistem seni lokal yang terbuka, sekaligus terhubung erat dengan kawasan dan dunia. 

ShanghART Gallery, misalnya, menampilkan karya Robert Zhao Renhui (perupa Singapura yang mewakili negaranya di Venice Biennale 2024) bersanding dengan kehadiran Melati Suryodarmo. Perupa performans asal Indonesia ini menghadirkan ‘I Love You’, sebuah pertunjukan langsung yang emosional.

Sementara itu, Mr. Lim’s Shop of Visual Treasures menyoroti spektrum praktik seni Singapura lewat karya Tang Da Wu, Jewell Dalina, Noc Vvyne Lim, dan Samuel Chen. Disajikan berdampingan, karya-karya ini menegaskan bahwa seni kontemporer Singapura tumbuh melalui keberagaman suara, generasi, dan pendekatan.

Jejak Asia Tenggara juga hadir kuat melalui partisipasi galeri internasional. neugerriemschneider dari Berlin menampilkan instalasi video Ho Tzu Nyen, ‘Night March of Hundred Monsters – 36 Ghosts (2021)’, yang terinspirasi dari legenda yōkai Jepang dan menjelajah wilayah antara mitos, sejarah, dan imajinasi kolektif. 

ISA Art Gallery dari Jakarta menghadirkan karya Arahmaiani (yang dikenal dengan praktik kritisnya terhadap isu sosial dan politik) bersama Ines Katamso, yang melalui seri ‘Latent Biology’ menganyam ekologi, budaya, dan mitos. 

Dari Manila dan New York, Silverlens mempertemukan karya Imelda Cajipe Endaya dan Nicole Coson. Dua perupa lintas generasi ini berbicara tentang identitas, keluarga, kolonialisme, dan lingkungan melalui medium campuran yang kaya

TERKAIT : Art SG dan Percakapan Global dari Asia Tenggara

“Menempatkan S.E.A. Focus di bawah satu atap bersama ART SG menciptakan titik temu yang dinamis,” ujar Emi Eu. “Tema kuratorialnya menawarkan narasi yang mempersatukan, sekaligus membuka percakapan yang akan terus berlanjut melampaui Singapore Art Week.”

Bagi John Tung, kekuatan edisi ini terletak pada keberagaman praktik yang disajikan. “Para perupa ditampilkan sebagai agen empati,” katanya. 

“Mereka merespons krisis ekologi, kekerasan terhadap komunitas, hingga perpindahan populasi. Melihat karya-karya ini secara langsung menumbuhkan harapan—sebuah keyakinan bahwa seni masih memiliki daya untuk mendorong perubahan yang bermakna.” ***


Share
Banner Odhua
Nyonya Secret
Ciputral Hotel JKT

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru