dekres-reunion-di-deheng-house
Hanny Tirayoh (depan) menginisiasi Dekres Plus Reunion di Deheng House, Senin (1/6/2026) malam | Dok Rusman Majulekka
Movie & Music
DEKRES REUNION DI DEHENG HOUSE
By Rusman Madjulekka
Wed, 03 Jun 2026

Sore hingga malam, lantai dua dan tiga Deheng House, Kemang, Jakarta Selatan mendadak riuh. Ada canda dan tawa riang yang diiringi alunan musik dan lagu jadul era 1980-an dari personil grup band yang menamakan dirinya:Dekres.

 “Mereka (Dekres,red) pernah merajai grup musik mahasiswa Unhas (Universitas Hasanuddin,red) sejak era awal 1984 hingga beberapa tahun berselang,” kata Hendra Sinadia, pengamat musik memperkenalkannya kepada saya sembari menunjuk sejumlah personil yang juga pendiri Dekres. 


Personil Dekres dan alumni FE Unhas angkatan 1983 berfoto dengan Lexi M.Budiman, owner Deheng House.

Hari itu, pas di momen Hari Kelahiran Pancasila, 1 Juni 2026, personil lawas Dekres bekumpul kembali dan bereuni dengan sejumlah alumni mahasiswa Fakultas Ekonomi Unhas angkatan 1983. Dikemas dalam bentuk small gathering.. Meski tidak tampil dengan personl lengkap, namun penampilan mereka cukup memukau. Setidaknya masih tampak sisa-sisa kepiawaian mereka “mengolah” instrumen nada-nada menjadi harmoni yang enak terdengar ditelinga. 

 “Nama Dekres diambil dari akronim debet, kredit, saldo. Maklum kami anak Ekonomi jadi sudah akrab dengan istilah keuangan tersebut,” kenang Hanny Tirayoh, salahsatu personil dan pendiri Dekres yang kini bermukim di AS.      

TERKAIT : “Bermimpilah, Kau Kukejar”: Refleksi 60 Tahun Lexi M.Budiman

Dekres, bagi sebagian orang, patut dikenang tidak hanya sebagai sebuah grup musik, tetapi juga sebagai “saksi bisu” perkembangan tonggak sejarah seni dan kreativitas mahasiswa Ekonomi Unhas di era 80-an Bahkan, mereka muncul dan mempopulerkan kancah musik rock lokal di Makassar pada masa itu.

Band Dekres berdiri di Fakultas Ekonomi (FE) Unhas tahun 1983. Kelompok musik ini menjadi wadah berkumpulnya talenta musik dari FE Unhas. Personilnya merupakan gabungan mahasiswa lintas jurusan di FE angkatan 83 seperti Ilmu Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi. Pertama kali diawaki Hanny Tirayoh, Bur, Tito, Wahyu, Dudi, dan Hamdan Syukrie (alm).

Kiprah Dekres dikenal sangat aktif mengisi panggung-panggung inagurasi dan pentas seni di kota Makassar. Bahkan mereka muncul dan mempopulerkan kancah musik rock lokal di Makassar pada era awal 1980-an.

Eksistensi band ini tercatat dalam sejarah pernah tampil di panggung musik akbar bertajuk Konser Rock Tutup Tahun yang diadakan di Gedung Olahraga (GOR) Mattoanging, Makassar, pada 31 Desember 1983. Kala itu, Dekres tampil bersama grup musik lokal lainnya seperti Ground Fire, dan turut berbagi panggung dengan musisi nasional asal Jakarta dan Bandung.

Dengan seiring perjalanan waktu, menurut Hanny, Dekres mengalami perubahan dalam komposisi personil karena berbagai faktor dan kesibukan. Misalnya, Hamdan Syukrie alias Denny Sakrie setelah hijrah ke Jakarta aktif bekerja di radio dan mengasuh rubrik music, meliput event musk dan menjadi penulis musik produktif di tanah air.     

Karena itu Dekres kemudian membuka pintu untuk bergabungnya satu dua personil dari anggota friends Dekres. “Maka itu namanya jadi Dekres Plus sampai saat ini,” ujar pria berkaca mata dengan rompi bertuliskan the beatles tersenyum.***

Share
Deheng House
Penta
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru