respek-untuk-afrika
| Dok : IG @brfootball
World Cup FIFA
Respek untuk Afrika
By Dani Wicaksono
Thu, 02 Jul 2026

Sembilan dari 10 wakil Afrika berhasil melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Hanya Tunisia tersingkir di fase grup. Dari sembilan itu, lima tim telah bertanding. Maroko menciptakan kejutan terbesar saat menyingkirkan Belanda melalui drama adu penalti.

“Singa Atlas” asuhan Mohamed Ouahbi ini menjadi wakil pertama Afrika yang sukses melaju ke putaran 16 besar. Langkah sang juara Piala Afrika 2025 itu semakin dekat untuk mengulang atau mungkin melebihi capaian terbaiknya, yaitu semifinalis Piala Dunia 2022.

Sementara ini, belum ada tim asal Afrika yang sanggup menjajari langkah Maroko.

Afrika Selatan menyerah 0-1 saat berjumpa tuan rumah Kanada. Pantai Gading menghadirkan perlawanan hebat kendati akhirnya tumbang 1-2 lawan Norwegia. RD Kongo sempat membuat panik Inggris ketika unggul lebih dulu di babak pertama, sebelum kemudian Harry Kane membalas dengan dua gol di babak kedua untuk menyegel skor akhir 2-1.

Yang sangat dramatis adalah Senegal. Berjumpa tim kuat Belgia, Kamis (2/7) pagi WIB, “Singa Teranga” memimpin 2-0 di melalui gol Habib Diarra di menit ke-54 dan Ismaila Sarr di menit ke-51.

Ketika laga hanya tersisa lima menit, Belgia membalas melalui gol Romelu Lukaku di menit ke-86 dan Youri Tielemans di menit ke-89. Rentang waktu terjadinya dua gol hanya tiga menit. Ini barangkali membuat para pemain Senegal terkejut. Tiket ke babak 16 besar yang sudah berada di depan mata lenyap begitu saja.

Extra time menjadi penentu. Tielemans mencetak gol keduanya melalui titik putih di menit 120+5. “Singa Teranga” terkulai lemas. Asa untuk mengubah keadaan melalui adu penalti tidak terwujud. Alih-alih, mereka terpaksa angkat koper, menyusul Afsel, Pantai Gading, dan RD Kongo.

Tumbangnya empat wakil zona Afrika tersebut barangkali tidak terlalu mengejutkan banyak orang. Namun, permainan yang mereka tunjukkan, perlawanan yang pantang menyerah, serta koordinasi rapi di lapangan hijau sungguh layak mendapat acungan jempol.

Ini menyiratkan pesan kuat: jangan pandang remeh wakil Afrika! Kesuksesan mengirim sembilan kontestan di babak 32 besar senyatanya bukanlah kebetulan. Mereka pantas berada di fase ini. Sudah saatnya publik sepak bola memberikan respek setimpal.

BACA JUGA : Suka dan Duka bagi Sebagian Dunia

Paling tidak, hasil sementara itu memicu alarm keras untuk partai-partai berikut yang melibatkan tim Afrika. Swiss akan menjajal Aljazair, Australia menantang Mesir. Kolombia berhadapan dengan Ghana, lalu Argentina berjumpa Cape Verde.

Di atas kertas, Kolombia dan Argentina diprediksi menang. Mudah atau sulit, itu lain soal. Namun, Swiss dan Australia sepertinya harus berjuang sekuat tenaga untuk menjaga mimpi ke fase 16 besar.

Baik Aljazair maupun Mesir memiliki skuad tangguh untuk menggulung mereka. Aljazair tidak lolos kualifikasi Piala Dunia 2018 dan 2022. “Rubah Fennecs” itu punya dendam membara untuk menebus kegagalan tersebut dan menyamai catatan terbaiknya saat menembus babak 16 besar di Piala Dunia 2014.

Sedang Mesir adalah semifinalis Piala Afrika 2025. Kapten Mohamed Salah yang berusia 35 tahun masih menunjukkan ketajamannya di turnamen tersebut dengan torehan empat gol untuk menjadi penyerang tersubur kedua di bawah bomber Maroko Brahim Diaz.

Dibanding Ghana atau Cape Verde, Aljazair dan Mesir justru dipandang layak menyusul Maroko di babak 16 besar. Tapi ini sepak bola. Semua bisa terjadi.

 

Share
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru