your-curious-journey-kala-seni-mengajak-kita-merasa-kembali-terhubung
Olafur Eliasson Life is lived along lines (2009) | DOC: LIANDRO SIRINGORINGO | MUSEUM MACAN
ART & DESIGN
Your Curious Journey: Kala Seni Mengajak Kita Merasa Kembali Terhubung
By Devy Lubis
Fri, 15 May 2026

Dalam semesta karya Olafur Eliasson yang dipamerkan di Museum MACAN - Jakarta, 29 November - 12 April 2026, waktu seolah hadir bukan sebagai penanda yang pasti. Ia menjadi bagian dari pengalaman yang mengalir; bagian dari perjalanan itu sendiri. Sesuatu yang dialami, dirasakan, dihidupi, dan disadari keberadaannya.

Cahaya mengambil peran serupa. Ia menjelma sebagai bahasa emosi. Bekerja halus melalui gradasi dan spektrum yang mampu menggeser suasana hati. Membawa kita pada satu keadaan ke keadaan lainnya tanpa perlu penjelasan atau kata-kata. Menyentuh sisi intuitif kita. 

Dalam lanskap ini, ruang (dalam berbagai manifestasinya) seakan-akan menjadi arena refleksi. Tempat pengalaman bertumbuh, kesadaran menemukan jeda, dan tubuh ‘bernegosiasi’ dengan apa yang dilihat dan dirasa. 


Ada kegembiraan ringan ketika kita bermain-main dengan warna dan bayangan diri berlapis dalam ‘Multiple Shadow House (2010)’. Di sudut lain, rasa takjub bercampur penasaran muncul di hadapan lumut Islandia yang disusun pada dinding museum. Perasaan ambigu menyelinap kala menatap lebih dekat tetes air dan potongan ‘gletser’ dalam ‘The Last Seven Days of Glacial Ice (2024)’.

Keindahan yang menyimpan kegelisahan.

Keheningan dan dingin terasa nyata ketika melangkah ke ruang instalasi ‘Beauty (1993)’ berada. Tetes air jatuh seperti embun gerimis, membentuk kabut tipis yang (saat dilintasi) memantulkan pelangi. Hadir sekejap lalu lenyap begitu tubuh dan pandangan kita bergeser. 

Peran cahaya, air, udara, dan material alami saling berkelindan. Membentuk ruang refleksi tempat kesadaran bergerak perlahan dan seluruh indera kita menemukan ritmenya. Melalui bahasa visual yang puitis, Olafur seolah mengingatkan betapa kita manusia tidak pernah benar-benar terpisah dari alam. Kita hadir setara, saling mempengaruhi, dan membentuk pengalaman bersama. 


Di Museum MACAN, ‘Your Curious Journey’ menjelma sebagai perjalanan yang lembut namun berlapis makna. Karya-karyanya terasa kokoh melalui paduan material fisik yang digunakan, namun terasa rapuh ketika kita mencoba menangkap maksudnya — atau memaknainya secara personal.

Ketika Alam Bicara, Manusia Belajar Mendengarkan

 Pameran ini merangkul kesadaran ekologis sembari membuka ruang bagi beragam perspektif. Mengajak kita melihat kembali bagaimana relasi kita dengan dunia dibentuk oleh tindakan-tindakan kecil yang kerap luput dari perhatian. Setiap langkah dan pilihan, meninggalkan jejak. Riak ini terus bergerak dan membentuk kisah kolektif manusia bersama alam.

Lebih dari sekadar pameran, ‘Your Curious Journey’ menawarkan momen bagi kita melatih diri untuk mau mendengarkan. Melalui tanda, sinyal, dan sensasi yang muncul dari sepilihan karyanya, Olafur menghadirkan cara lain memahami bagaimana alam berkomunikasi. 

Cahaya yang berubah, warna yang berpendar, dan ritme yang nyaris tak terasa menciptakan dialog sunyi antara karya dan kita (pengunjung). Mengajak kita semua untuk hadir sepenuhnya, dengan seluruh indera terbuka.


Direktur Museum MACAN Venus Lau menyebut pameran ini sebagai pengalaman transformatif. “Kami mengundang pengunjung untuk terlibat secara mendalam dengan alam, warna, cahaya, dan elemen-elemen yang mendorong kita meninjau kembali peran manusia dalam proses berkelanjutan pembentukan dunia, persepsi, dan keterhubungan ekologis,” ujarnya.

Ia menambahkan, pameran ini menjadi contoh kuat bagaimana seni dan pemikiran ekologis saling berkelindan lintas budaya. Sebuah ajakan untuk merangkul tanggung jawab, menyadari batas-batas diri, dan membangun relasi yang lebih dekat dengan dunia alam. Bukan sebagai penguasa, melainkan sebagai bagian darinya.

Di tengah kehidupan urban yang serba cepat, ‘Your Curious Journey’ terasa seperti ruang bernapas. Sebuah pengingat bahwa seni dapat menjadi medium untuk kembali merasa terhubung—dengan alam, dengan ruang, dan dengan diri kita sendiri.***

TERKAITPerjalanan Rasa dan Cahaya Bersama Olafur Eliasson

Share
Deheng House
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru