suaraga-fest-merayakan-jiwa-karya-di-kota-solo
Kota Solo menjadi tuan rumah Suaraga Fest 2026. | Dok. suaragafest/Instagram
Movie & Music
Suaraga Fest: Merayakan Jiwa & Karya di Kota Solo
By Devy Lubis
Wed, 10 Jun 2026
Solo bukan sekadar kota batik dan identik dengan keraton di mana budaya Jawa kuat mengakar. Kota ini berkembang menjadi destinasi kreatif yang relevan dengan generasi urban. 

Tahun ini, Solo siap menghadirkan festival yang bicara soal gaya hidup: “Suaraga Fest”. Event akan berlangsung di Taman Balekambang - Solo pada 4 dan 5 Juli 2026. Di sini musik, wellness, kultur, dan karya berpadu dalam satu festival yang lengkap, dekat, dan hangat. 

Lebih dari sekadar konser, “Suaraga” bukan festival musik biasa. Pengunjung dapat menikmati penampilan MALIQ & D'Essentials, Silampukau, dan SORE, hingga sesi wellness bersama Anjasmara. Semua dalam satu panggung kolaborasi.

Ada juga aktivitas komunitas seperti Mlaku Santai dan Pit-Pitan. Kegiatan ini terasa membumi. Dekat dengan keseharian warga Solo sekaligus segar untuk pendatang.

Pengunjung juga akan disuguhi penampilan wayang kulit, wayang orang, tarian tradisionalis, alunan keroncong, dan pasar-pasaran yang menyajikan cita rasa lokal. 

Musik menjadi magnet. Namun, jiwa dari festival ini justru hadir di ruang-ruang kecil di antaranya. Melalui percakapan, jejaring antarkomunitas, bahkan momen-momen sederhana yang membawa setiap kita kembali ke diri sendiri.

"Kami ingin membawa pengalaman yang membuat orang bisa menikmati musik, budaya, komunitas — sekaligus kembali terkoneksi dengan dirinya sendiri," kata Laksamana Satrio AP, Co-Founder & CBO Vindes, salah satu kolaborator penyelenggara.

The Wellness City of Java

Gagasan besar di balik penyelenggaraan “Suaraga Fest” adalah memperkenalkan Solo dalam wajah baru yakni “The Wellness City of Java”. Sebuah ruang yang menghubungkan segala ekspresi baik itu budaya, kreativitas, maupun gaya hidup modern. 

Bukan tanpa alasan. Solo memiliki akar budaya Jawa yang kuat dalam praktik keseimbangan hidup. Dan, Suaraga hadir untuk mengangkat warisan itu dan menjadikannya relevan bagi generasi urban masa kini.

Inisiatif tersebut mengakomodasi generasi muda Solo yang haus akan ruang ekspresi dan jejaring kreatif. Membuka pintu bagi wisatawan domestik maupun internasional untuk mengenal kultur kota itu lebih dekat. Autentik, bermakna, dan tak terlupakan.

Walikota Solo, Respati Achmad Ardianto, menyambut semangat ini dengan tangan terbuka. “Melalui rebranding bersama Suaraga, kami berkomitmen mendukung komunitas di industri kreatif solo dan pelaku wellness agar terus berkembang, serta memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” tuturnya.

Merasa dan Kembali Terhubung

Festival ini juga dirancang secara inklusif. Melibatkan para pelaku UMKM lokal, komunitas kreatif, seniman, pengrajin, hingga pegiat kuliner Solo. Semuanya jadi bagian dari ekosistem Suaraga.

BACA JUGAApa yang Bisa Kamu Nikmati di Suaraga?

“Tidak hanya menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung, kami berharap festival akan memberi dampak positif bagi komunitas dan industri kreatif,” jelas Randika Winandatama, director Boss Creator, penyelenggara event. 

Suaraga, dengan kata lain, adalah undangan. Untuk datang, merasakan, dan pulang dengan sesuatu yang berbeda. Mendorong masyarakat untuk kembali terhubung dengan kota, budaya, dan komunitasnya. 

Cara Hadir

Tiket sudah tersedia di loket.com/event/Suaraga dengan pilihan yang fleksibel (*harga belum termasuk pajak):

  • Music Pass Daily Rp 150 ribu
  • Music Pass 2-Days Rp 250 ribu
  • Festival Pass Daily Rp 250 ribu
  • Festival Pass 2-Days Rp 450 ribu
  • Premium Raga Pass Daily Rp 1 juta
Share
Deheng House
Penta
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru