pintu-incubator-belajar-bereksperimen-bertumbuh
Koleksi sneekpeak para incubees dan residensi yang akan ditampilkan pada JF3 Fashion Festival 2026. | Dok JF3
Fashion
PINTU Incubator: Belajar, Bereksperimen, Bertumbuh
By Devy Lubis
Fri, 24 Jul 2026

Setiap talenta membutuhkan ruang untuk berkembang. Bukan hanya untuk mengasah kemampuan, tetapi juga mencoba gagasan baru, bertukar perspektif, dan menemukan arah yang paling sesuai bagi perjalanan kreatifnya.

Berangkat dari semangat tersebut, PINTU Incubator menghadirkan 39 sesi pengembangan kapasitas sepanjang 2026. Mulai dari strategi bisnis, merchandising, pengembangan produk, komunikasi, hukum dan kekayaan intelektual, ekspor-impor, keuangan, hingga styling. 

Seluruh proses didampingi oleh 18 mentor dari Indonesia dan Prancis dengan latar belakang yang beragam. Mulai dari desain, bisnis, ritel, komunikasi, pemasaran, hingga industri kreatif.

Perjalanan itu kemudian mengantarkan lima peserta terpilih untuk mempresentasikan koleksi mereka di JF3 Fashion Festival 2026. Mereka adalah dua brand, Saul Studio dan Toja House, serta tiga desainer, ALDRIE, ANDREAN NR, dan DACIA. 

Masing-masing membawa pendekatan kreatif yang berbeda. Ada yang mengeksplorasi konstruksi dan tailoring, mengembangkan aksesori bersama artisan, menafsirkan kembali tekstil Nusantara, mengusung pendekatan genderless, hingga menerapkan praktik upcycling. 

Meski berangkat dari gagasan yang beragam, seluruhnya dipersatukan oleh semangat craftsmanship, inklusivitas, dan tanggung jawab dalam proses berkarya.

Membuka Pintu ke Panggung Internasional

Melalui jalur Accelerator, DENIMITUP menjalin kolaborasi dengan label asal Prancis, TAREET. Pertemuan dua pendekatan kreatif ini melahirkan proses pengembangan koleksi yang memperkaya perspektif kedua belah pihak.

Di saat yang sama, Lil Public tampil dalam pertunjukan tahunan École Duperré di Paris pada awal Juli 2026. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari hubungan yang terus berkembang antara PINTU dan institusi pendidikan mode di Prancis, sekaligus membuka kesempatan bagi brand Indonesia untuk hadir di panggung internasional.

Dua inisiatif tersebut menunjukkan bagaimana jejaring yang dibangun PINTU terus membuka peluang baru bagi kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan pengalaman lintas negara.

Ketika Dua Budaya Berkarya Bersama

Memasuki penyelenggaraan kedua, PINTU Residency mempertemukan dua desainer Indonesia dan dua desainer Prancis dalam residensi selama empat bulan. Thresia Mareta, Pascaline Wilhelm, dan Carol Meyer bertindak selaku kurator

Para peserta kemudian menjalani riset bersama. Mengeksplorasi teknik tekstil tradisional, bekerja bersama komunitas artisan, serta mengembangkan koleksi melalui pertukaran budaya dan pengetahuan.

Di Lombok, desainer Prancis Mickaël Nana berkolaborasi dengan desainer Indonesia Beatrice Angelica. Mereka menghadirkan koleksi GARUDA. Koleksi ini memadukan pendekatan tailoring Barat dengan tenun dan songket Lombok melalui interpretasi kontemporer terhadap simbol Garuda sebagai lambang kekuatan, kebebasan, dan identitas.

Sementara itu, di Mojokerto, Lisa Rayar dan Gabriel Marcella mengembangkan koleksi AU LARGE. Terinspirasi dari tradisi maritim Prancis dan budaya pesisir Jawa, koleksi tersebut memadukan batik, struktur tailoring, dan referensi seragam ke dalam siluet kontemporer. 

Kedua koleksi ini akan diperkenalkan untuk pertama kalinya di JF3 Fashion Festival 2026.

Lebih dari sekadar menghasilkan koleksi, PINTU Residency menghadirkan ruang dialog antara desainer, artisan, material, teknik, dan budaya yang berbeda. Dari perjumpaan itu lahir proses kreatif yang setara, saling memperkaya, dan memberi dampak positif jangka panjang bagi seluruh pihak terlibat.

Melangkah Lebih Jauh

Pembentukan Yayasan PINTU Incubator Indonesia menjadi fondasi baru bagi keberlanjutan inisiatif ini. Melalui jalur inkubasi, akselerasi, residensi, dan berbagai kolaborasi Indonesia–Prancis, PINTU akan terus menghadirkan ruang belajar, pertukaran gagasan, dan kesempatan bagi generasi baru pelaku mode.

Pada akhirnya, PINTU tidak hanya melahirkan koleksi atau mempertemukan desainer dari dua negara. Lebih dari itu, PINTU membangun hubungan, pengalaman, dan kepercayaan yang memungkinkan talenta muda terus tumbuh serta membawa industri mode Indonesia melangkah lebih jauh. Membuka kemungkinan baru sekaligus memperkuat masa depan mode Indonesia.

Share
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru