nikmati-momen-di-museum-nasional-tanpa-tiket-masuk
| Dok Museum Nasional
ART & DESIGN
Nikmati Momen di Museum Nasional tanpa Tiket Masuk
Devy Lubis
Wed, 14 Jan 2026

Berjalan-jalan ke museum kini ‘tak lagi wajib antre tiket’ dan mengikuti tur singkat di setiap kunjungan. Mulai 2026, Museum Nasional Indonesia menghadirkan pengalaman baru yang lebih santai dan inklusif melalui pembenahan fasilitas serta perluasan area tanpa tiket. Ya, sebuah langkah yang mengubah museum menjadi ruang publik yang bisa dinikmati siapa saja.

Salah satu perubahan paling terasa adalah perluasan area gratis yang kini bertambah lebih dari dua kali lipat dari luasan sebelumnya. Jika sebelumnya area tanpa tiket hanya mencakup taman depan, kini pengunjung dapat bebas mengakses Hall Majapahit, masjid, kantin ber-AC, area basement, halaman dalam, taman depan Gedung B, hingga taman depan Gedung A. 

Ruang-ruang tersebut sengaja dirancang agar pengunjung dapat leluasa menikmati waktu di area museum tanpa harus masuk ke ruang pamer.

Dengan perluasan tersebut, Museum menawarkan kenyamanan baru: bersantai bersama keluarga, bertemu rekan, atau sekadar beristirahat di bangku-bangku yang tersedia—tanpa khawatir terpapar sengatan matahari atau guyuran hujan. 

“Museum tak lagi hanya menjadi destinasi kunjungan edukatif, tetapi juga tempat bernaung, berinteraksi, dan menikmati suasana,” demikian pernyataan Tim Komitra Museum dan Cagar Budaya melalui keterangan tertulis.

Di balik wajah barunya yang lebih ramah, pengelola Museum juga terus mempersiapkan langkah jangka panjang. Renovasi enam ruang pamer yang terdampak kebakaran pada 2023 masih menjadi agenda penting. Koordinasi dengan pemerintah, serta pihak swasta dan publik, terus dilakukan untuk mencari sumber pendanaan. 

Seperti praktik pengelolaan museum modern di berbagai negara, Museum Nasional mengandalkan dana dari pemerintah, filantropi, dan tiket pengunjung demi menjaga kualitas layanan dan pemeliharaan koleksi.

Dalam kerangka keberlanjutan tersebut, tahun ini ditetapkan penyesuaian tiket masuk. Meski demikian, prinsip inklusivitas dan fungsi pendidikan tetap menjadi landasan utama kebijakan ini.

Kelompok pengunjung tertentu tetap mendapatkan tarif Rp0 (nol rupiah), antara lain anak usia 0–3 tahun, lansia di atas 60 tahun, serta penyandang disabilitas beserta satu orang pendamping. Akses tanpa biaya juga diberikan kepada pelajar dan mahasiswa pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan KIP Kuliah.

Share
IAPIM
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru