batik-urban-yang-eksis-dekat-jakarta
| Dok Istimewa
Fashion
Batik Urban yang Eksis Dekat Jakarta
Rusman Madjulekka
Wed, 04 Mar 2026

Kalau orang bicara soal batik maka batik Bekasi tak sementereng nama besar seperti batik Solo, batik Pekalongan,dan lainnya. Meskpun begitu, secara perlahan batik Bekasi mulai menunjukkan eksistensinya. Seperti koleksi yang ada di gerai milik Komunitas Batik Bekasi (Kombas).

Batik daerah penyangga Jakarta ini memiliki pola unik yang berasal dari keberagaman budaya wilayah urban yang tentu tidak dimiliki batik lainnya di Indonesia. Batik Bekasi memiliki corak khas dengan warna cenderung cerah. 

Saat ini ada puluhan pakem batik khas “Kota Patriot” (julukan kota Bekasi). Beberapa motif yang cukup banyak peminatnya antara lain motif bambu, teratai, ikan, rumah adat, golok, hingga Gedung Juang. Bahkan, batik dengan motif bambu dan penari sudah go international, diantaranya ke Belanda dan Moskow. 


“Di gerai kami ada batik cap dan tulis, printing dengan motif tertentu yang dibuat tergantung konsumen. Diharapkan Batik Bekasi dapat terus eksis dan dilestarikan,” kata Barito Hakim Putra, Ketua Kombas.   

Kendati demikian, pada mulanya diakui Barito, mempromosikan batik di Bekasi bukan perkara mudah. Konon ceritanya, ada batik gere di kota Bekasi. Karena berasal dari Jatinegara hingga Karawang, satu wilayah. Kemudian batik Karawang yang dipamerkan Van Moyen dari Belanda pada tahun 1863. Namun karena batik Tarum (asal nama Sungai Citarum) sudah diklaim oleh Karawang dan wilayah lainnya, akhirnya Barito dkk berusaha menggali sendiri.

"Kami datang ke budayawan. Mengobservasi dan identifikasi. Ada lima unsur mulai dari sejarah, budaya, flora dan fauna serta warnanya. Lalu dibuatlah beberapa motif, awalnya diatas kertas. Barulah oleh Kombas diterjemahkan diatas kain," cerita Barito.

Dari sana, Kombas juga belajar membatik dan mencanting secara tradisional. Lalu, pengembangan batik ini terus dilakukan selama beberapa tahun. 

Pada tahun 2011, Kombas membuat seminar. Hasilnya di tahun 2012 ditetapkan beberapa pakem batik khas Bekasi. “Lalu pada 2014 dilaunching batik pertama di Revo, itu sudah diterjemahkan dan di SK-kan. Kemudian di HUT Kota Bekasi, kita membuat kegiatan siswa mencanting," ungkap Barito.

Namun sebelumnya pada 2009, Barito merasa terpanggil untuk mengumpulkan teman-teman pecinta batik maupun warga yang memiliki usaha batik. "Kita kumpulin, kita buat wadah komunitas batik Bekasi disingkat Kombas." 

Setelah memiliki wadah, lanjutnya, lalu mulai memproduksi dan menjual batik. Ia mengumpulkan sejumlah perajin dan penjahit. "Perajin dan penjahit akhirnya bergabung di koperasi Kombas."

Batik Bekasi pun dikembangkan menuju usaha bersama. Melalui wadah koperasi Kombas, dirangkul para perajin setempat. Batik-batik yang ditampung dalam koperasinya merupakan batik hasil karya para perajin lokal kota Bekasi.***


Share
Banner Odhua
Nyonya Secret
Ciputral Hotel JKT

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru