melaka
Becak Hias Melaka | Foto Makhfud Sappe
Destination
MELAKA
By Admin
Fri, 27 Mar 2026

Kota yang dibangun atas dasar perdagangan dan interaksi antarbudaya selama berabad-abad tetap menjadi salah satu destinasi paling bersejarah di Malaysia. Kota ini, yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, terletak di sepanjang pantai barat daya Malaysia di Negara Bagian Melaka, sekitar 125 kilometer dari Kuala Lumpur. Dengan perjalanan darat sekitar dua jam dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) atau sedikit lebih singkat dari Bandara Subang (SZB), akses mudah menjadikan Melaka tujuan favorit untuk liburan akhir pekan.

Sebagai salah satu persimpangan penting dalam jalur perdagangan dunia, Melaka tidak hanya menjadi saksi pergerakan global, tetapi juga tempat bertemunya berbagai kekaisaran dan menjadi pusat migrasi. Hingga kini, warisan pelabuhannya yang kaya dengan pengaruh berbagai budaya seperti Portugis, Belanda, Inggris, dan Melayu masih terasa di setiap sudut kota. Keunikan ini menarik minat wisatawan dari seluruh dunia untuk mengeksplorasi jejak sejarahnya.

Menjelajahi Sejarah Kota Melaka

Kawasan pusat sejarah Melaka berada di sekitar Bandar Hilir, tempat berbagai situs bersejarah utama berkumpul dan dapat dijelajahi dengan berjalan kaki. Landmark terkenal seperti Gereja St. Paul, Gereja Kristus Melaka, Air Mancur Ratu Victoria, dan Stadthuys, yang merupakan peninggalan masa kolonial Belanda, terletak dalam kawasan Dutch Square yang ikonik. Destinasi awal bagi wisatawan yang baru pertama kali datang ke Melaka. Dari sini, berbagai atraksi dapat dijelajahi dengan berjalan kaki, memungkinkan pengunjung berpindah antar lokasi dengan santai.


Bagi yang menggunakan kendaraan pribadi, tersedia beberapa fasilitas parkir umum untuk memudahkan pengunjung, seperti di sekitar Dutch Square, Jalan Kota, Dataran Pahlawan Megamall, dan Mahkota Parade. Semua atraksi dan objek wisata dapat dicapai dengan berjalan kaki. Pilihan lainnya dengan menggunakan becak tradisional yang dihias meriah bagi pengunjung yang tidak ingin berjalan kaki— solusi ideal untuk mengunjungi lokasi-lokasi, terutama saat cuaca panas.

Di distrik yang sama, terdapat Menara Taming Sari, menara berputar setinggi 80 meter yang menawarkan panorama Bandar Hilir, Sungai Melaka, dan pusat kota bersejarah dari ketinggian. Karena lokasinya dekat Mahkota Parade, tempat ini populer dikunjungi pada sore menjelang malam.

Saat berjalan melewati bandar lama ini, pengunjung dapat menemukan harmoni antara bangunan kolonial megah dengan elemen kecil yang memikat, seperti pintu ukiran antik atau meriam tua di sepanjang sungai. Kombinasi aspek monumental dan detail sederhana membentuk karakter khas kawasan ini.

Di tengah area bersejarah ini, terdapat Museum Maritim yang menawarkan wawasan tentang peran utama Melaka sebagai pelabuhan perdagangan selama masa kejayaan rempah-rempah. Sementara itu, Museum Istana Kesultanan Melaka menampilkan arsitektur tradisional Melayu serta warisan masa kerajaan, yang memperkaya pengalaman visual dan pemahaman budaya bagi pengunjung.

Jalan Jonker dan Kawasan Pecinan

Tidak jauh dari Dutch Square, hanya sekitar tiga menit berjalan kaki, Jalan Jonker adalah pusat budaya dan perdagangan Pecinan di Kota Melaka. Pada siang hari, suasananya tenang dengan deretan toko antik, galeri seni, kafe tradisional, dan toko roti khas yang beroperasi di rumah-toko tua berarsitektur warisan. Di sini, pengunjung dapat menemukan kerajinan tangan unik atau mencicipi cendol durian segar di salah satu kafe setempat.

Pada malam hari, terutama di akhir pekan, Jalan Jonker berubah menjadi pasar malam yang ramai, berjejer berbagai kios yang menyajikan makanan khas Melaka. Hidangan seperti bola nasi ayam, sate, tiram goreng, dan makanan penutup populer memenuhi jajaran stan makanan. Suasana semakin semarak dengan hiasan lampu-lampu cantik, pertunjukan musik jalanan, dan toko-toko yang tetap buka hingga larut malam.


Kekayaan Kuliner Melaka.

Melaka dikenal sebagai surga kuliner yang mencerminkan jalinan berbagai budaya sejak dahulu kala. Masakan khasnya dipengaruhi oleh warisan Melayu, Cina, Peranakan, serta tradisi Portugis, menghasilkan cita rasa unik yang tidak dapat ditemukan di tempat lain di Malaysia. Hidangan-hidangan khas ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghubungkan generasi lewat resep turun-temurun.

Masakan Peranakan, atau yang dikenal juga sebagai Nyonya, adalah salah satu keunikan kuliner khas Melaka yang sangat istimewa. Hidangan-hidangan aromatik seperti laksa nyonya (sup mi berempah), sambal udang petai (udang dan petai dengan cabai), pongteh (daging rebus dengan bumbu khas), popiah (lumpia basah), dan aneka kuih Nyonya yang beraneka warna (hidangan penutup manis), menonjolkan kekayaan rasa. Setiap hidangan merangkum perpaduan rempah-rempah lokal, santan, dan teknik memasak Tiongkok yang diselaraskan dengan bahan-bahan Melayu untuk menciptakan cita rasa autentik yang sulit dilupakan.

Tidak hanya itu, pengaruh Tiongkok terasa dalam hidangan populer seperti bola nasi ayam, yaitu nasi berbentuk bola dengan aroma harum yang disajikan bersama ayam rebus yang lembut. Makanan ini sangat erat dengan identitas kuliner Melaka. Komunitas Portugis juga turut memperkaya khazanah rasa melalui sajian seperti ikan bakar, kari makanan laut, dan berbagai hidangan panggang. Sebagian besar makanan ini dapat dinikmati di kawasan pesisir atau di tempat makan keluarga di sekitar kota.

Untuk makanan khas Melayu, beberapa hidangan wajib dicoba seperti kuih keria, donat mini yang dilapisi gula Melaka, sate dengan saus kacang dan nasi impit, wajik atau dodol gula Melaka ( sejenis permen toffee legit berbahan dasar gula aren), asam pedas yang segar sekaligus pedas dengan bahan utama ikan; serta aneka minuman dingin seperti jus kelapa segar atau alpukat kocok. Sebagian besar sajian ini dapat ditemukan di gerai pinggir jalan, kedai kopi lokal, atau restoran hotel.

Saat menjelajahi Melaka, pengunjung disarankan untuk mengenakan pakaian ringan yang sesuai dengan iklim tropis. Aksesori seperti kipas portabel dan payung akan membuat kegiatan eksplorasi serta menikmati makanan di luar ruangan terasa lebih nyaman saat berada di bawah terik matahari.

Kehidupan di sekitar Sungai Melaka memberikan perspektif lain dalam menikmati kota ini. Berlayar menyusuri sungai mengungkap mural-mural seni, jembatan tua, dan gudang bersejarah dari sudut pandang yang berbeda. Area pedestrian di tepi sungai menawarkan suasana tenang untuk refleksi atau sekadar menikmati sore hari. Sungai ini juga berperan sebagai penghubung antara kawasan bersejarah dengan area modern, menyatukan cerita masa lalu dan masa kini di Melaka.

Bagi yang ingin menjelajahi lebih jauh dari pusat kota bersejarah, berbagai pilihan menarik di distrik-distrik sekitarnya. Ayer Keroh adalah destinasi ideal untuk merasakan suasana alami melalui taman-taman tertata indah, kebun raya, dan cagar alam yang menyuguhkan kesejukan berbeda dari hiruk pikuk kota tua. Di sepanjang pantai Ujong Pasir, Pemukiman Portugis di Ujong Pasir menyuguhkan penerimaan terhadap akar budaya Eurasia kota ini, termasuk restoran makanan laut otentik dan atmosfer malam yang memikat. Sementara itu, Pantai Klebang di utara menawarkan panorama pantai terbuka serta hidangan ikonik seperti es kelapa, menciptakan suasana santai untuk melepaskan diri dari hiruk pikuk pusat kota.

Agar bisa sepenuhnya menikmati Melaka, menginap di pusat bersejarah sangat direkomendasikan. Hotel butik yang terletak di bangunan ruko warisan atau rumah tua yang sudah direstorasi memberikan pengalaman menginap dengan karakter unik kota ini. Properti semacam ini menggabungkan kenyamanan modern dalam desain tradisional, dengan halaman dalam dan ornamen antik.

Pilihan akomodasi sangat beragam, mulai dari Liu Men Melaka dan Baba House Melaka yang menonjol dengan desain klasik dan fasilitas kontemporer hingga 45Lekiu Melaka Guesthouse yang lebih tenang bagi mereka yang mencari suasana privat. Untuk para pelancong yang ingin dekat dengan aktivitas ramai di Jonker Street, Rest Collection Red House Melaka menawarkan lokasi strategis. Sedangkan untuk masa inap lebih lama atau privasi tambahan, The Nest House Melaka menghadirkan kenyamanan ala apartemen. Sementara Rimba Hang Kasturi Villa menawarkan vila tepi pantai yang tenang di luar keramaian kota.***

Artikel ini juga terbit di majalah penerbangan LION AIR GROUP edisi Maret-April 2026


Share
Idul Fitri
Banner Odhua
Nyonya Secret
Ciputral Hotel JKT

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru