JAKARTA – Lion Air terus memperkuat layanan dalam transportasi udara global melalui operasional penerbangan haji 1447 H/2026. Maskapai Lion Air saat melayani 52 bandar udara internasional di berbagai negara, meningkat dibanding 47 bandara pada 2025.
Kerja sama dengan maskapai asal Arab Saudi, flynas, memungkinkan Lion Air ikut dalam jaringan penerbangan yang menghubungkan jemaah haji dari kawasan Afrika, Asia Tengah, Asia Selatan, hingga Timur Tengah. Langkah ini memperluas kapabilitas lintas negara dan menegaskan posisi Lion Air sebagai maskapai swasta nasional yang berkontribusi dalam layanan haji global.

Dalam rangka layanan Haji Global, Lion Air mengoperasikan: 7 pesawat Airbus A330 (berbadan lebar, kapasitas 440 kursi ekonomi) dan 352 personel, terdiri dari : 42 kapten, 21 kopilot, 210 awak kabin, 8 petugas operasional penerbangan, 5 personel darat, dan 66 teknisi pemeliharaan.
Strategi utama: ketepatan waktu, kesiapan armada, koordinasi lintas fungsi, penjadwalan fleksibel, pengecekan teknis berkala, kru cadangan, serta koordinasi dengan otoritas penerbangan internasional.
Partisipasi ini memberikan dampak strategis bagi Indonesia, karena meningkatkan kompetensi Lion Air dalam menangani penerbangan haji skala besar yang akhirnya meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah di masa mendatang.