kusala-sastra-khatulistiwa-2026-menyelami-imajinasi-menjelajah-realitas
| DOC. KUSALA SASTRA KHATULISTIWA
ART & DESIGN
Kusala Sastra Khatulistiwa 2026: Menyelami Imajinasi, Menjelajah Realitas
Devy Lubis
Wed, 11 Feb 2026

Setiap karya sastra lahir dari perjalanan, pengalaman, dan imajinasi yang unik—dan Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) hadir untuk merayakan hal itu. Tahun 2026, penghargaan tahunan ini kembali membuka panggung bagi penulis Indonesia dari berbagai penjuru negeri, dari Sabang sampai Merauke, untuk menampilkan karya-karya terbaik mereka.

Sejak pertama kali digagas pada 2001 oleh Richard Oh dan rekan-rekannya, KSK telah menjadi ruang apresiasi bagi prosa dan puisi yang menandai zamannya. Nama KSK sendiri mulai digunakan pada 2014, menegaskan identitas dan konsistensi Bahasa Indonesia. Kini, lebih dari dua dekade berjalan, penghargaan ini tetap menyoroti karya-karya yang memperkaya khazanah sastra tanah air.

Setelah kepergian Richard Oh pada 2022, semangatnya diteruskan melalui Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia (YRKI), yang dibentuk oleh keluarga dan sahabat dekat. Yayasan ini menjadi rumah bagi KSK, dengan dukungan kurator ternama yang membimbing arah program dan menetapkan dewan juri untuk membaca setiap karya yang masuk.


Kurator tersebut adalah Eka Kurniawan, Hasan Aspahani, dan Nezar Patria. 

Direktur Program Kusala Sastra Khatulistiwa Gema Mawardi mengatakan, KSK menjadi salah satu bukti pengerahan kerja kreatif sastrawan Indonesia dan pengembangan potensi estetis dalam penggunaan Bahasa Indonesia. “Juga kemungkinan perluasan wilayah pertemuan antara imajinasi dan kehidupan masyarakat Indonesia.”

Tahun ini, lebih dari 100 judul buku telah dikirimkan oleh penulis dan penerbit, dari kumpulan cerpen, novel, hingga puisi, semuanya karya pertama penulis tunggal sepanjang 2025. Selain pengiriman resmi, komunitas pembaca dan pembahas sastra juga terlibat, memberi rekomendasi awal karya-karya yang patut diperhatikan.

KSK 2026 menegaskan bahwa sastra Indonesia tidak hanya lahir di kota-kota besar, tapi dari berbagai wilayah, pengalaman, dan latar hidup yang beragam. Setiap karya adalah cerita yang menunggu untuk dibaca, diapresiasi, dan dirayakan.

Tahun lalu, penghargaan diberikan dalam 3 kategori berbeda yakni kumpulan cerpen, novel, dan kumpulan puisi. Deretan pemenang KSK 2025 adalah kumcer ‘Akhir Sang Gajah di Bukit Kupu-kupu’ karya Sasti Gotama, novel ‘Duri dan Kutuk’ karya Cicilia Oday, dan kumpulan puisi berjudul ‘Hantu Padang’ karya Esha Tegar.

Kirimkan karyamu!

Syarat dan Ketentuan:

  • Terbuka bagi penulis berkewarganegaraan Indonesia. 
  • Karya yang diajukan merupakan hasil karya penulis tunggal dan tidak melanggar hak cipta. 
  • Karya yang diajukan berupa buku cetak yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2025. 
  • Karya ditulis dalam bahasa Indonesia. 
  • Kategori karya: 1.) Kumpulan cerpen, dengan jumlah minimal dua cerpen. 2.) Novel, dengan panjang minimal 30.000 kata. 3.) Kumpulan puisi, yang terdiri dari minimal 40 puisi, atau 40 halaman, atau satu puisi panjang dengan total minimal 40 halaman. 
  • Penerbit atau penulis mengirimkan setidaknya dua eksemplar dari setiap judul karya yang diajukan. 
  • Pengiriman disertai dokumen pendukung berupa biodata penulis dan mencantumkan informasi kontak. 

Karya dikirimkan paling lambat tanggal 28 Februari 2026 (cap pos).  Karya dikirimkan ke: 

Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 

ED Cluster No. 2A , Jalan Gunung Indah V , Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten,15445 

  • Daftar panjang dan daftar pendek karya terpilih diumumkan sebelum pengumuman pemenang. 
  • Pengumuman pemenang akan dilakukan pada acara Malam Anugerah Kusala Sastra Khatulistiwa 2026.
Share
Banner Odhua
Nyonya Secret
Ciputral Hotel JKT

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru