kota-tua-belajar-ke-kota-lama
Gereja Blenduk di Kota Lama Semarang, dibangun tahun 1753 dengan ciri khas kubah (blenduk) tembaga ikonik dan arsitektur Neoklasik | Foto Makhfud Sappe
Destination
Kota Tua Belajar ke Kota Lama
Rusman Madjulekka
Mon, 16 Feb 2026

Hampir semua kota di Indonesia punya kawasan yang menjadi cikal bakal kota itu tumbuh. Penyebutannya pun berbeda setiap kota. Kota tua di Jakarta, kota lama di Semarang, di Surabaya, di Palembang, China Town dan sebagainya. Namun tak banyak yang menata kawasan cagar budaya itu dengan baik.    

Salahsatu kawasan kota lama yang menurut saya baik adalah Semarang. Alasannya, dalam dua kali kunjungan saya, nampak penataan terintegrasi dengan revitaslisasi yang tak meninggalkan aspek sejarah, sehingga menjadi destinasi wisata yang menarik perhatian pengunjung. 

Selain itu, setidaknya Kota Lama Semarang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola kawasan bersejarah berbasis pariwisata budaya yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. 

Satu hal yang cukup menarik keberadaan pelaku UMKM dan PKL-nya yang ditata tidak semrawut, outlet souvenirnya rapi, dan nyaris tak dijumpai pengamen berkeliaran yang kerap mengusik kenyamanan pengunjung.  

Diam-diam rupanya keberhasilan Pemerintah Kota Semarang menata kawasan Kota Lama-nya menarik perhatian Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno. Ia datang langsung untuk belajar dan menjajaki penataan Kota Tua Jakarta yang berbasis revitalisasi kawasan bersejarah.

Dalam kunjungan itu, Rano Karno didampingi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng berjalan mengitari kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu 31 Januari 2026. Kunjungan pria yang akrab disapa “Si Doel” ini untuk melihat langsung keberhasilan penataan kawasan bersejarah yang kini menjadi ikon wisata unggulan Ibu Kota Jawa Tengah.

Wagub Rano mengakui Kota Lama Semarang dipilih sebagai lokasi studi karena memiliki kemiripan struktur dengan kawasan Kota Tua Jakarta. Menurutnya, Semarang dinilai sukses menghidupkan bangunan cagar budaya tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.


“Kami ingin belajar dari Semarang. Jakarta ingin membenahi Kota Tua, dan kami melihat ada kesamaan struktur dengan kawasan ini,” ujar Rano Karno.

Revitalisasi yang dilakukan Pemkot Semarang, lanjutnya, tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga mampu menjadikannya ruang publik dan destinasi wisata urban yang hidup.

Bagi Wali Kota Agustina Wilujeng kunjungan Wagub Jakarta ini sebagai bentuk pengakuan atas proses panjang revitalisasi Kota Lama yang telah dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Kota Lama Semarang dibangun melalui proses panjang, tidak hanya mempertahankan bangunan bersejarah, tetapi juga menghidupkannya sebagai kawasan wisata yang lestari,” jelasnya.

Lantas,pertanyaannya apa yang dilakukan?

“Kunci keberhasilan revitalisasi kawasan heritage terletak pada konsistensi pengelolaan serta kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga pelaku ekonomi kreatif,” tegasnya. ***

.BACA JUGA


Share
Banner Odhua
Nyonya Secret
Ciputral Hotel JKT

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru