harsa-merayakan-bahagia-di-setiap-proses-berkarya
Thresia Mareta, founder Lakon Indonesia, memperkenalkan koleksi ‘Harsa’ di Jakarta | Dok. JF3
Fashion
HARSA, Merayakan Bahagia di Setiap Proses Berkarya
By Devy Lubis
Wed, 22 Jul 2026

Momen peragaan busana memang berlangsung dalam hitungan menit saja. Namun, perjalanan menuju panggung mode acapkali memakan waktu bertahun-tahun. 

Di balik setiap koleksi, ada proses panjang yang tidak selalu terlihat. Ada ide yang terus disempurnakan. Rancangan berkembang menjadi lebih baik. Seleksi musik, penyusunan konsep presentasi, hingga detail-detail kecil yang dipersiapkan sebelum langkah pertama para model dimulai, seringkali terlewatkan.

Perjalanan itulah yang ingin dirayakan Lakon Indonesia melalui koleksi terbarunya, HARSA. Koleksi ini akan menjadi penutup rangkaian JF3 Fashion Festival 2026 pada 29 Juli 2026 mendatang.

Diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti kebahagiaan, HARSA menjadi babak baru perjalanan kreatif Lakon Indonesia. Koleksi ini melanjutkan narasi yang telah dibangun melalui ‘Urub’ dan ‘Pasar Malam’. 

Jika ‘Urub’ berbicara tentang semangat yang terus menyala, sementara 'Pasar Malam’ merayakan kehidupan dan perjumpaan manusia, maka HARSA hadir sebagai ajakan untuk menikmati perjalanan itu sendiri. Menghargai setiap proses dan mensyukuri segala hal yang lahir darinya.

Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, Lakon Indonesia mengajak publik berhenti sejenak. Sebab ada hal-hal yang memang tidak bisa dipercepat. Keterampilan yang ditempa dari waktu ke waktu. Kesabaran dalam penyempurnaan detail. Ketekunan yang membuat sebuah karya bermakna.

HARSA menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu ditemukan di garis akhir. Terkadang, ia justru tumbuh dalam keberanian untuk terus belajar, berkarya, dan berkembang. Gagasan itulah yang menjadi benang merah seluruh koleksi yang ditampilkan Lakon di JF3 tahun ini.

"Selama delapan tahun membangun Lakon Indonesia, saya belajar bahwa kebahagiaan tidak hanya datang ketika sebuah karya selesai,” ujar Thresia Mareta, Founder Lakon Indonesia. 

Kebahagiaan, lanjutnya, justru hadir dalam setiap proses yang mereka jalani setiap harinya. “Ketika kami berdiskusi, bereksperimen, menyelesaikan berbagai tantangan, hingga melihat hasilnya yang terus berkembang,” tambah Advisor JF3 Fashion Festival yang menginisiasi bersama PINTU Incubator.

Baginya, HARSA lahir dari rasa syukur atas perjalanan panjang tersebut karena sebuah karya tangan membutuhkan waktu, ketekunan, ketelitian, dan hati. Di situlah letak nilainya.

“Semoga kebahagiaan itu juga dapat dirasakan setiap orang yang mengenakan karya-karya kami,” tuturnya.

Sebagai penutup JF3 Fashion Festival 2026, HARSA juga menjadi refleksi tema RECRAFTED: Shaping the Future. Sebuah keyakinan bahwa masa depan fashion Indonesia dibangun melalui penghormatan terhadap craftsmanship, kolaborasi lintas budaya, dan keberanian untuk terus berevolusi tanpa kehilangan akar yang menjadi identitasnya.

BACA JUGA Karya Tangan Indonesia: Lebih Ringan, Lembut, dan Elegan

Share
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru