Bersamaan dengan peluncuran karya seni tahun ini, Ubud Writers & Readers Festival 2026 juga memperkenalkan sebuah program baru yang dirancang lebih intim dan mendalam: Writers’ Retreat. Program intensif bertajuk ‘Memoir Writing Retreat’ ini berlangsung selama tiga hari, 18 - 20 Oktober mendatang.
Event yang diselenggarakan di sela-sela festival akan dipandu oleh penulis dan jurnalis pemenang penghargaan, Peter Godwin, yang dikenal melalui karyanya yang merajut narasi personal dengan sejarah politik.
Writers’ Retreat ditujukan bagi para penulis yang konsen pada memoar, fiksi autobiografis, maupun nonfiksi naratif. Mereka yang siap menggali ingatan dengan disiplin sekaligus keberanian.
Melampaui ruang tulis, pengalaman dalam writer’s retreat dirancang dalam nuansa khas; dengan santap siang di meja panjang. Diskusi hangat ditemani koktail racikan, serta jamuan makan malam di bawah langit terbuka.

Cara ini diyakini mampu menciptakan ruang di mana gagasan, diskusi, dan koneksi akan terus berlanjut bahkan setelah sesi menulis berakhir.
Tak hanya itu, festival juga kembali membuka kesempatan bagi para penulis dari berbagai latar, baik pendatang baru maupun yang telah mapan, dalam bahasa Inggris maupun Indonesia, untuk memperkenalkan karya terbaru mereka melalui Program Peluncuran Buku, salah satu program andalan yang selalu dinantikan.
Program ini terbuka untuk berbagai genre, mulai dari fiksi, nonfiksi, puisi, prosa, novel, hingga satire. Pengajuan karya telah dibuka dan batasnya pada 22 Mei 2026, sebelum kemudian memasuki tahap seleksi oleh komite kuratorial Festival.
Di sisi lain, akses terhadap festival tahun ini juga semakin inklusif. Penjualan tiket Early Bird telah resmi dibuka, menawarkan harga khusus untuk Festival Pass 4 Hari. Menariknya, untuk pertama kalinya, Festival memberikan akses gratis bagi pelajar Indonesia mulai dari SD, SMP, hingga SMA di seluruh nusantara.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk menumbuhkan generasi pembaca baru, sekaligus membuka ruang bagi lebih banyak anak muda untuk terlibat langsung dalam pengalaman festival yang menghadirkan lebih dari 100 sesi lintas sastra dan perspektif global.
“Untuk menumbuhkan kecintaan terhadap membaca di kalangan generasi muda, kami sangat antusias untuk memberikan akses gratis bagi siswa sekolah negeri di Indonesia. Kami berharap dapat menumbuhkan kecintaan sepanjang hayat terhadap bercerita, membaca, dan kreativitas melalui Festival ini,” ujar Janet DeNeefe.
Festival juga telah menetapkan jadwal penting yang patut dinantikan: pengumuman line-up pertama pada Selasa, 16 Juni, disusul peluncuran program lengkap bersamaan dengan penjualan tiket umum pada Selasa, 18 Agustus.
Dengan rangkaian program yang semakin luas dan inklusif, Ubud Writers & Readers Festival 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi para penulis, tetapi juga ruang bersama bagi siapa saja yang percaya pada kekuatan cerita.
Catat tanggal pentingnya!
- Selasa, 16 Juni – Pengumuman Line-up Pertama
- Selasa, 18 Agustus – Peluncuran Program Lengkap & Penjualan Tiket Reguler
- Minggu, 18 Oktober – Selasa, 20 Oktober – Writers’ Retreat
- Rabu, 21 Oktober – Minggu, 25 Oktober – Festival 2026