suka-dan-duka-bagi-sebagian-dunia
| Dok k.mbappe (IG)
World Cup FIFA
Suka dan Duka bagi Sebagian Dunia
By Dani Wicaksono
Wed, 01 Jul 2026

Babak 32 besar Piala Dunia telah tersaji dengan pergolakan emosi yang beragam. Khususnya bagi benua Eropa.

Barangkali ada rasa kecewa ketika mimpi Jepang dibuyarkan Brasil dengan kekalahan dramatis 1-2 di mana gol penentu dari Gabriel Martinelli tercipta di menit terakhir injury time. Satu wakil Asia di fase ini telah tumbang. Tinggal Australia yang menantang Mesir pada Sabtu (4/7) dini hari WIB.

Dua raksasa Eropa, Belanda dan Jerman dipaksa angkat koper. Oranje takluk lewat adu penalti melawan Maroko, Der Panzer juga mengalami hal yang sama saat jumpa Paraguay. Kekalahan dua tim ini merupakan kejutan terbesar yang terjadi sejauh ini.

Jerman sungguh impresif di Piala Dunia: juara empat kali (1954, 1974, 1990, 2014) dan runner up empat kali (1966, 1982, 1986, 2002). Hanya Brasil lebih baik, dengan koleksi lima trofi di turnamen ini.

Belanda juga selalu menjadi kandidat juara. Raja tanpa mahkota, julukannya. Oranje adalah salah satu satu tim tersukses dengan rekor terbaik mencapai tiga final dan meraih posisi runner-up di Piala Dunia 1974, 1978, dan 2010.

Ketika keduanya tersingkir, Eropa meratap sedih. Namun, di belahan bumi Afrika dan Amerika Latin, para pendukung Maroko dan Paraguay berpesta dalam linangan air mata bahagia.

Duka sepak bola Eropa sedikit terobati lewat dua laga fase knockout berikutnya. Norwegia, seperti yang diharapkan, mampu mengatasi perlawanan Pantai Gading dengan skor 2-1. Erling Haaland menjadi pahlawan tim dengan gol penentu di akhir babak kedua.

Prancis melumat Swedia 3-0 di Stadion New Jersey. Kylian Mbappe mencetak dua gol di laga tersebut, dan melejit sebagai top scorer sementara dengan enam gol. Kapten Argentina Lionel Messi juga mencetak enam gol, tapi Mbappe memimpin perebutan “Sepatu Emas” dengan nilai plus dua assist.

Seiring dengan bersinarnya Mbappe, tim asuhan Didier Deschamps ini juga tancap gas sebagai satu-satunya tim yang mampu mencetak tiga gol atau lebih dalam lima laga Piala Dunia secara beruntun, dihitung sejak final Qatar 2022. Les Bleus bermain imbang 3-3 melawan Argentina, sebelum bertekuk lutut lewat drama adu penalti.

Selama fase grup Piala Dunia 2026, Prancis melumat Senegal 3-1, Irak 3-0, dan Norwegia 4-1, lantas menghabisi Swedia 3-0 di babak 32 besar. Ini bukti bahwa lini serang tim juara edisi 1998 dan 2018 itu sangat tajam.

Michael Olise, winger Bayern Munich berusia 24 tahun, mengemuka sebagai top assist untuk Prancis. Ia membuat enam umpan yang menjadi gol selama turnamen, melampaui Victor Guimaraes yang menorehkan lima assist untuk Brasil.

Partai ketiga pada jadwal Rabu (1/7) pagi WIB mempertemukan Meksiko dengan Ekuador. Kali ini, giliran sepak bola Amerika Latin terluka. Tuan rumah Meksiko menang 2-0 melalui gol Julian Quinones dan Raul Jimenez.

El Tri menyusul Kanada, yang juga tuan rumah, ke babak 16 besar usai Kanada menyingkirkan Afrika Selatan 1-0.

Sejauh ini, turnamen 2026 telah menghadirkan ragam kisah bahagia dan cerita duka bagi publik dunia. Dan belum selesai. Dan kita setia menantinya.

Jadwal Sementara Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Minggu 05 Juli 2026

Kanada 00:00 Maroko. - Stadion Houston (Houston)

Paraguay 04:00 Prancis - Stadion Philadelphia (Philadelphia)

 

Senin 06 Juli 2026

Brasil 03:00 Norwegia - Stadion New York/New Jersey (New Jersey)

 

Share
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru