petualangan-singkong-dari-petani-indian-hingga-identitas-bahari-pelaut-mandar
Membakar Jepa | Foto : Ridwan Alimuddin
Petualangan Singkong: Dari Petani Indian hingga Identitas Bahari Pelaut Mandar
By Ridwan Alimuddin
Sun, 04 Jan 2026

Bagi masyarakat Mandar, jepa bukan sekadar penganan, ia adalah monumen sejarah yang hidup. Banyak dari kita mungkin mengira singkong adalah tanaman asli, padahal ia adalah pendatang "baru" di Nusantara yang menempuh perjalanan panjang trans-samudra. Singkong (Manihot esculenta) berasal dari Amerika Selatan.

Menariknya, teknologi pengolahan singkong di Mandar memiliki kembaran identik di belahan dunia lain. Di Amerika Latin dan Karibia, roti pipih berbahan singkong dikenal sebagai Casabe atau Beiju, sementara di Maluku, ia dikenal sebagai Enbal. Ketiganya berbagi "paket teknologi" yang sama, pengupasan, pemarutan, pemerasan ekstrem untuk membuang racun sianida, dan pemanggangan.

Meskipun metodenya serupa, jepa mengalami "kreolisasi, atau penyesuaian lokal. Jika Casabe murni terbuat dari tepung singkong, kadang jepa Mandar menambahkan parutan kelapa untuk rasa gurih dan tekstur yang lebih lembut. Kadang, jepa juga ditaburi gula merah jika ada yang meminta rasa manis. Namun, teknik pembuatannya tetap setia pada prinsip kimia kuno untuk mendetoksifikasi umbi beracun.


Bagi pelaut yang mengarungi samudra berbulan-bulan, nasi adalah logistik yang kurang ideal sebab butuh waktu untuk memasak dan menggunakan banyak air. Setelah dimasak, nasi pun cepat basi. Solusinya adalah jepa-jepa—varian jepa yang tipis, kering, dibuat menjadi kepingan mirip kerupuk, dan tahan lama hingga berbulan-bulan. Cukup dibasahi dengan air, bahkan air laut pun bisa, dan langsung bisa dimakan. Bisa jadi tidak ada pelaut ulung Mandar jika tak ada jepa-jepa.

Ekologi pesisir Mandar yang tanahnya berkapur dan kurang cocok untuk padi menjadikan singkong sebagai anugerah kedaulatan pangan bagi rakyat jelata. Kini, narasi tersebut mulai bergeser. Jepa mulai dirayakan sebagai warisan budaya, bahkan didorong untuk menjadi Warisan Dunia oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Casabe.

Tradisi pembuatan jepa pun berevolusi seiring zaman. Dahulu, pemerasan singkong menggunakan alat pres kayu tradisional bernama 'pangepeq' yang memakan waktu berjam-jam. Kini, demi memenuhi permintaan pasar yang meningkat, mereka telah beralih menggunakan teknologi dongkrak mobil 15 ton yang mampu memeras singkong hanya dalam 30 menit.

Pergeseran ini menandakan bahwa jepa telah bertransformasi dari kegiatan subsisten rumah tangga menjadi komoditas ekonomi yang menjanjikan. Penjual jepa di pasar-pasar seperti Tinambung dan Majene kini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

Perjalanan Casabe dari Amerika Selatan, yang dibudidayakan Suku Indian hingga menjadi Jepa di Mandar adalah kisah adaptasi manusia yang luar biasa. Jepa bukan lagi makanan "kampung". Dalam cerita jepa, tersimpan sejarah perniagaan rempah, kearifan teknologi pangan leluhur, dan ketangguhan pelaut Mandar dalam menaklukkan lautan.(***)


Share
2026 JT
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru