Tema besar hanyalah awal dari perayaan. Selama hampir tiga pekan, 24 Agustus–13 September, Jakarta Dessert Week 2026 akan mengajak pengunjung menjelajahi berbagai sudut kota. Melalui rangkaian pengalaman kuliner yang melibatkan restoran, hotel, bakery, pastry shop, dessert café, hingga artisan dari berbagai daerah.
Sebagai salah satu festival kuliner yang telah menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara, Jakarta Dessert Week terus berkembang menjadi ruang kolaborasi bagi para pelaku industri pastry dan dessert Indonesia.
Setiap edisinya menghadirkan cara baru untuk menikmati dessert, sekaligus mempertemukan kreativitas, bisnis, dan budaya dalam satu perayaan berskala kota.
Penyelenggaraan tahun ini kembali menghadirkan empat program utama yang menjadi jantung festival.
Perjalanan dimulai dari Industry and Media Gathering. Momen peluncuran berbagai kreasi dessert edisi khusus. Ini panggung pertama bagi para pastry chef dan pelaku industri untuk memperkenalkan interpretasi mereka terhadap tema ‘Dangdut’.
Semangat festival kemudian menyebar ke berbagai penjuru ibu kota melalui City Takeover. Puluhan restoran, hotel, bakery, pastry shop, dan dessert café akan menghadirkan menu eksklusif yang hanya dapat dinikmati selama periode festival.
Bagi pencinta kuliner, inilah kesempatan untuk mencicipi kreasi terbatas sambil menjelajahi beragam destinasi gastronomi Jakarta.
Suasana kemudian berpindah ke Dessert Markt, festival publik yang mempertemukan artisan dessert, UMKM, merek lokal, komunitas kreatif, dan para pengunjung dalam satu ruang yang dipenuhi eksplorasi rasa, aroma, dan ide-ide segar. Lebih dari sekadar tempat berburu makanan manis, Dessert Markt menjadi ruang bertemu bagi para kreator dan penikmat kuliner.
Rangkaian festival ditutup melalui Golden Swirl Awards 2026, ajang apresiasi bagi pastry chef, bakery, restoran, hotel, dan pelaku industri yang selama ini berkontribusi terhadap perkembangan dunia pastry dan dessert Indonesia.
Seluruh program tersebut diikat oleh satu benang merah: dangdut. Bukan sekadar tema tahunan, melainkan simbol keberanian merayakan budaya sendiri sekaligus membuktikan bahwa inspirasi lokal dapat melahirkan karya-karya yang relevan bagi industri kreatif masa kini.
Lewat setiap kreasi, Jakarta Dessert Week mengajak publik menikmati bagaimana nostalgia, warna, tekstur, dan semangat budaya populer Indonesia dapat berubah menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan. ***