nawa-cita-asta-cita-bukan-mengheningkan-cipta
Pameran Foto di Station Kereta Kota, Jakarta | Dok Rusman Madjulekka
ART & DESIGN
Nawa Cita, Asta Cita (Bukan) Mengheningkan Cipta
Rusman Madjulekka
Sat, 17 Jan 2026

Stasiun kereta Jakarta Kota di kawasan kota tua Jakarta terasa lain pada sore hingga malam, Jumat (16/1/2026). Biasanya riuh dengan suara musik dan lantunan lagu dari komunitas pemusik, tapi pengunjung yang melintas disuguhi foto-foto yang terpajang rapi didekat pintu masuk peron.

Ragam foto tersebut merupakan materi pameran foto yang diselenggarakan PT KAI bekerjasama dengan sebuah media nasional dengan tema “Asta Cita dalam Lensa”. Pada waktu bersamaan, pameran serupa juga digelar di stasiun kereta Gambir, Jakarta Pusat. Berlangsung dari 12-18 Januari 2026.

Sebanyak 40 karya visual yang telah melalui seleksi tersebut bercerita tentang program prioritas pemerintah mulai dari kedaulatan energi, digitalisasi, makan bergizi gratis, serta program strategis lainnya. 

Pameran foto ini diinisiasi pihak penyelenggara sebagai bentuk komitmen mereka dalam mendorong kreativitas, memperkuat literasi visual, serta memberikan ruang berekspresi bagi anak bangsa. 


Saya dan pengunjung lainnya mencermati beberapa foto yang menghadirkan potret-potret yang merekam momen denyut kehidupan, dinamika warga, tradisi masyarakat yang terus terawat hingga kini, serta upaya transformasi yang dilakukan pemerintah.

Pameran ini juga tidak hanya menampilkan foto-foto tunggal, tetapi juga menyajikan panel yang merangkum potret peristiwa-peristiwa penting dalam satu tahun terakhir, terutama sejak digulirkannya program pemerintah yang dikenal dengan visi “Asta Cita” merupakan kelanjutan dari “Nawa Cita” dari era pemerintahan sebelumnya.

Salah satu foto yang menjadi pusat perhatian adalah dokumentasi program makan bergizi gratis (MBG). Dalam foto karya Ahmad Zaky ini terlihat jelas raut wajah senang dan bahagia para pelajar menikmati sajian makanan yang menjadi menu santapan siang mereka di sekolah. Ia merekam momen pelajar di di SDN AKT I kota Banjarmasin. 

Seperti diketahui, program MBG merupakan program dari pemerintah yang menyediakan makanan sehat dan bergizi kepada kelompok yang membutuhkan, dengan fokus pada anak-anak atau kelompok rentan lainnya. Program ini digulirkan mulai Januari 2025.

Di bagian lain, terpajang foto pemerataan enegi bersih di wilayah 3 T. Foto karya Idris Prasetiawan merekam aktivitas masyarakat memasang panel surya di kawasan objek wisata Tebing Romantis, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. 

Makna visual ini mengisyaratkan keberadaan panel surya sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat, sebagai sumber energi penerangan di malam hari serta sebagai energi bagi gawai untuk saling berkomunikasi dengan keluarga jauh.

Narasi pendamping foto juga memuat program Asta Cita lainnya seperti cek kesehatan gratis. Warga terlihat antusias memeriksakan kondisi kesehatannya secara dini karena prinsip lebih baik mencegah daripada mengobati.

“Dulu Nawa Cita, sekarang Asta Cita, asalkan jangan nanti menjadi mengheningkan cipta,” ujar seorang wanita asal Tangerang dengan nada bercanda.

Pengunjung juga dapat melihat potret “Gerabah Berbalut Teknologi” karya Harjan Pradatama. Dimana para siswa melihat pembuatan gerabah di desa Banyumulek, kabupaten Lombok Barat, NTB. Di sebuah ruang sederhana yang dipenuhi aroma tanah basah dan jejak tradisi.Gerabah-gerabah tersusun rapi.Di tengah ruangan itu, ibu Sapiah dengan cekatan membentuk tanah liat yang telah menjadi sahabatnya selama puluhan tahun.

Pameran foto ini seakan mengingatkan publik bahwa pemulihan ekonomi Indonesia tidak terlepas dari ikhtiar kecil yang tumbuh secara mandiri ditengah dinamika kehidupan masyarakat, yang kadang luput dari perhatian.

Foto-foto yang dipamerkan menjadi saksi bisu perubahan besar yang membentuk wajah Indonesia dengan karya anak bangsa yang merekam bukti sejarah itu. ***

Share
Nyonya Secret

Pilihan Redaksi

Berita Terpopuler

Berita Terbaru