Menelisik ke belakang, merangkai kembali ingatan, lalu menatanya menjadi sebuah narasi perjalanan. Inisiatif ini berwujud Summarecon Discovery. Sebuah ekshibisi yang membaca ulang arsitektur kehidupan perkotaan.
Lima dekade perjalanan membawa Summarecon pada fase refleksi; melampaui euforia selebrasi. Melalui ekshibisi bertajuk Discovery, pengembang kawasan kota terpadu ini mengajak publik memasuki ruang-ruang perenungan tentang bagaimana sebuah kota dirancang sejak awal, tumbuh bersama para penghuninya, dan bertahan menghadapi serangkaian perubahan zaman.
Berlokasi di La Piazza, Summarecon Mall Kelapa Gading, Discovery dapat dikunjungi hingga tahun depan. Ruang ekshibisi ini hadir sebagai arsip hidup yang memadukan sejarah, inovasi, seni visual, teknologi digital, dan narasi manusia dalam membangun sembilan kota terpadu.

Lebih dari sekadar pameran korporasi, Discovery menempatkan pembangunan kawasan sebagai bagian dari kebudayaan urban. Di sini, kota diperlakukan bukan hanya sebagai produk properti, melainkan sebagai ruang hidup yang terus bernegosiasi dengan zaman, kebutuhan sosial, dan gaya hidup modern.
President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, melalui keterangannya menegaskan bahwa Summarecon Discovery dirancang sebagai ruang pembelajaran publik.
“Lebih dari sekadar dokumentasi sejarah, ekshibisi ini menampilkan proses panjang pembangunan kota yang berlandaskan komitmen, integritas, dan inovasi berkelanjutan,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi kunci membaca keseluruhan pameran: bahwa kota tidak lahir dalam satu keputusan, melainkan melalui rangkaian pilihan, kegigihan, dan keberanian untuk berinovasi—bahkan di masa krisis.
Visualisasi Kota dalam 12 Zona Pengalaman
Area ekshibisi dibagi ke dalam 12 zona tematik. Masing-masing dirancang dengan pendekatan visual dan naratif yang berbeda. Menjadikan pengalaman berkunjung terasa seperti menyusuri bab demi bab sebuah buku kota.
Zona pembuka foyer – Ikon Summarecon menyambut pengunjung dengan mural berskala besar yang menampilkan bangunan ikonik: pusat perbelanjaan, hunian, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga ruang komunitas. Sebuah pengantar visual bahwa kota adalah kolaborasi fungsi, bukan fragmentasi ruang.
Narasi kemudian mengalir ke Discovery of Life, sebuah audiovisual berdurasi hampir enam menit yang merangkum kontribusi selama lima dekade—bukan hanya dalam membangun kawasan, tetapi juga membentuk ekosistem kehidupan masyarakat.
Jejak sejarah diperdalam di zona Timeline — 50 Years of Our Journey & 9 Symbols, yang merekam perjalanan sejak 1975, saat sang pendiri yakni Soetjipto Nagaria memulai pengembangan lahan 10 hektare di Kelapa Gading.
Instalasi animasi 9 Symbols memperjelas filosofi kota terpadu dan elemen-elemen yang membentuknya—mulai dari hunian, komersial, fasilitas publik, hingga pengelolaan kawasan.
Inovasi sebagai Bahasa Kota
Di zona Our Breakthrough, pengunjung diajak melihat bagaimana inovasi lahir dari kebutuhan nyata kota. Dari integrasi ruko dan hunian, kehadiran pusat perbelanjaan di Kelapa Gading, The Downtown Walk, hingga Villaggio Outlet sebagai outlet mall pertama di Indonesia. Semua menunjukkan bagaimana ruang komersial dapat membentuk pola hidup dan interaksi sosial.
Inovasi juga tercermin dalam konsep hunian seperti Clubhouse dan Condovilla, pengembangan fasilitas olahraga dan kesehatan melalui Klub Kelapa Gading (KKG) hingga Wellground Bekasi, serta standar konstruksi SQII yang menekankan kualitas jangka panjang.
Tak kalah penting, zona ini menyoroti inovasi kawasan seperti Absorption Chiller, WWTP, sistem Tata Air Mandiri, dan Town Management. Unsur tak terlihat yang justru menentukan keberlanjutan kota modern.
Human Story di Balik Kota Terpadu
Sentuhan personal hadir di zona Our Founder, yang menampilkan nilai hidup, latar keluarga, dan kontribusi pendidikan sang pendiri. Zona ini mengingatkan bahwa visi kota selalu berakar pada nilai manusia.
Aspek sosial diperluas dalam Lights of Life, yang menampilkan kontribusi lintas sektor melalui program seperti JF3, Celengan Kasih, pelestarian lingkungan, pendidikan, CSR, hingga pembangunan infrastruktur publik. Kota, dalam konteks ini, dipahami sebagai ruang empati dan solidaritas.
Sementara itu, CARING hadir sebagai galeri seni kontemporer dengan instalasi maskot interaktif—merepresentasikan budaya dan nilai perusahaan melalui pendekatan visual yang playful dan komunikatif, menjembatani dunia korporasi dengan bahasa seni.
Ketahanan, Kuliner, dan Kehidupan Sehari-hari
Zona Time of Endurance menjadi salah satu bagian paling reflektif, mengisahkan ketangguhan menghadapi krisis ekonomi 1998, musibah banjir 2007, hingga pandemi COVID-19. Kota di sini tampil sebagai entitas yang diuji, jatuh, lalu bangkit.
Identitas Kelapa Gading sebagai A City of Million Culinary dirayakan melalui miniatur ruko, replika dapur, artefak restoran, gerobak, serta video tokoh kuliner lintas generasi—menegaskan peran kuliner sebagai bahasa budaya dan gaya hidup urban.
Cerita manusia dipertegas di Tales of The People, lewat video keseharian warga dan karyawan Summarecon, memperlihatkan kota dari sudut pandang penghuninya.
Perjalanan kemudian ditutup dengan Wonderful Future, sebuah proyeksi masa depan yang menampilkan pengembangan TOD, fasilitas publik kelas internasional, hunian berkelanjutan, hingga konsep Human Flourishing—sebuah pendekatan pembangunan yang menempatkan kesejahteraan manusia sebagai pusat.
Ekshibisi sebagai Gaya Hidup Urban
Dibuka setiap Selasa–Minggu pukul 11.30–20.00 WIB tanpa biaya masuk, Summarecon Discovery dapat dikunjungi dengan registrasi melalui situs resmi dan pilihan tur bersama duta terpilih. Sebuah undangan terbuka bagi publik untuk membaca ulang kota—bukan sebagai latar belakang kehidupan, tetapi sebagai karya bersama yang terus berkembang.